Pasar Wates Jadi Pusat Aksi Bersih-Bersih, Ratusan Personel Gabungan Turun ke Lapangan

Aksi bersih-bersih Pasar Wates Kulonprogo
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Wuri D

KULONPROGO, VIVA Jogja -  Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, melakukan  aksi bersih-bersih Pasar Wates Kulonprogo dengan mengusung satu misi membersihkan wajah kota. Aksi bersih-bersih massal ini menyasar setiap sudut pasar, mulai dari area parkir, lorong-lorong kios, hingga tempat pembuangan sementara, demi memastikan ikon perdagangan Kota Wates tetap terjaga kebersihannya.

img_title TMMD Sengkuyung Tahap III di Kulonprogo: Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa Kalirejo

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, turun langsung memantau jalannya kegiatan. Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan implementasi nyata dari kebijakan nasional yang menekankan pentingnya menjaga kualitas lingkungan di ruang publik. Menurutnya, Pasar Wates adalah etalase kota, sehingga kebersihan di kawasan ini mencerminkan wajah Kulonprogo secara keseluruhan. “Hari ini kita membersihkan lingkungan Pasar Wates yang merupakan wajah Kota Wates. Tujuan pembersihan ini adalah amanat dari tingkat nasional. Setiap minggu kita melaksanakan kegiatan ini dua kali, pada hari Selasa dan Jumat,” ujar Agung.

Kegiatan tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi lintas instansi. TNI dan Polri menjadi motor penggerak dengan jumlah personel yang besar, sementara perangkat daerah menyesuaikan dukungan sesuai lokasi kegiatan. Di Pasar Wates, Dinas Perdagangan dan Pasar bersama paguyuban pedagang ikut terlibat aktif. Agung menekankan bahwa kolaborasi ini penting agar gerakan kebersihan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa pola serupa diterapkan di tingkat kapanewon, di mana Panewu, Danramil, dan Kapolsek setempat menggerakkan aksi bersih-bersih di pasar daerah dan fasilitas umum lain.

img_title Kemenag Kulonprogo dan Disdukcapil Tandatangani MoU Pemutakhiran Dokumen Kependudukan dan Perkawinan

Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga membawa pesan edukasi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kulonprogo, Duana Heru, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami tata kelola sampah yang benar. Ia menekankan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak lagi bisa dijadikan tempat menampung semua jenis sampah. Sampah organik harus selesai di hulu, yakni di rumah tangga atau institusi, sementara sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi sebaiknya masuk ke bank sampah. Hanya residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang boleh masuk ke TPA. “Metode baru sekarang, Pak Menteri sudah peringatkan bahwa dari hulu sampah itu harus sudah tertangani. Sampah organik tidak boleh dibuang, harus dikelola sendiri. Sedangkan sampah anorganik bisa dikumpulkan di bank sampah untuk diolah kembali,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title