Jembatan Merah Putih Presisi Jadi Kado Istimewa Warga Banjarejo Demak Jelang Idul Fitri

Kapolres Demak bersama perangkat desa Banjarejo tinjau jembatan
Sumber :

DEMAK, VIVAJogja- Upaya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga tingkat desa di Kabupaten Demak terus dilakukan. Seperti halnya infrastruktur Desa Banjarejo Kecamatan Guntur. 

img_title Saat Mobil BPJS Keliling Berhenti di Balai Desa, Harapan Warga untuk Berobat Kembali Menyala

Kondisi jembatan penghubung mobilitas warga Desa Banjarejo, mendapat sorotan dari Polres Demak. Sebab kondisinya yang sempit dan pagar pengamannya rusak, kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Dengan pertimbangan karena membahayakan pengguna jalan, Polres berinisiatif membangun dan melebarkan jembatan sepanjang puluhan meter tersebut. 

img_title Sujiwo Tejo Gegerkan Demak Lewat Pementasan “Rojo Tikus”, Sindir Fenomena Tikus Berdasi

Untuk menandai awal pembangunan jembatan, Polres Demak bersama warga Desa Banjarejo melakukan prosesi selamatan. Setelah selesai dibangun, infrastrukur tersebut diberi nama Jembatan Merah Putih.

Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari penguatan konektivitas desa. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, dalam mempercepat pembangunan infrastruktur hingga wilayah perdesaan.

img_title May Day 2026 di Demak Kolaboratif, Buruh Tetap Suarakan Enam Tuntutan

Jembatan yang membentang di Sungai Setu, Dukuh Gabus Desa Banjarejo tersebut, merupakan akses vital penghubung Desa Banjarejo dan Desa Wonorejo. 

Selain menopang mobilitas harian warga, jembatan itu juga menjadi jalur alternatif distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kapolres Demak AKBP Samelino mengatakan, pembangunan jembatan tidak hanya berdimensi fisik saja. Namun juga memiliki dampak langsung terhadap stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika akses aman dan lancar, aktivitas ekonomi di desa tumbuh dan situasi kamtibmas lebih kondusif,” ujar AKBP Samelino. 

Samelino menyebut, keberadaan jembatan lama sebenarnya masih berdiri. Namun kondisinya sempit dan pagar pengamannya rusak. 

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas. Polri harus hadir di setiap persoalan yang berdampak pada keselamatan warga,” katanya. 

Prosesi selamatan pembangunan jembatan di Desa Banjarejo Demak.

Photo :
  • -

Di sisi lain, Kepala Desa Banjarejo, Ali Nusiswanto menambahkan, pembangunan jembatan sebagai jawaban atas kebutuhan yang telah dinantikan warga sejak lama. 

Menurut Ali, perbaikan infrastruktur jembatan akan mempercepat arus mobilitas warga dua desa. Selain itu, menekan risiko kecelakaan yang kerap terjadi di atas jembatan tersebut. 

Ali mengaku bahwa jembatan itu sangat vital, karena menjadi penghubung utama antar desa dan akses alternatif warga. 

"Setiap hari dilalui masyarakat untuk bekerja, sekolah, maupun distribusi hasil pertanian,” ujar Ali.

Halaman Selanjutnya
img_title