Pemkot Yogyakarta Siapkan Wamira: Strategi Baru Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Pemkot Yogya siapkan Warung Milik Rakyat
Sumber :
  • Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mengendalikan inflasi yang sempat melonjak pada 2025. Melalui program Warung Milik Rakyat (Wamira), Pemkot berencana meluncurkan lima unit percontohan pada April 2026. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memperpendek rantai distribusi pangan.

img_title Viral Empat Bulan, Pasar Tiban Ngijon Dorong Kebangkitan UMKM Sleman

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menjelaskan bahwa Wamira merupakan gagasan langsung dari Wali Kota Yogyakarta. Ide ini muncul sebagai respons atas tingginya inflasi yang dirasakan warga pada tahun lalu. Sebelumnya, Pemkot telah memiliki Kios Segoro Amarto dan Warung Mrantasi, namun jumlahnya terbatas dan belum menjangkau seluruh wilayah.

“Wamira dirancang agar benar-benar dekat dengan masyarakat. Lokasinya bukan di jalan utama, melainkan di gang atau pemukiman warga. Pengelolaannya pun berbasis koperasi atau kelompok masyarakat, sehingga benar-benar milik rakyat,” ujar Ambar.

img_title Selarasa Fest 2026, Festival Musik dan Budaya Merajut Kebersamaan di Yogyakarta

Wamira akan menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, mi instan, dan komoditas lain dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk menjamin komitmen tersebut, setiap pengelola wajib menandatangani pakta integritas agar tidak mengambil keuntungan berlebihan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan warung dengan distributor maupun Bulog, sehingga rantai distribusi lebih singkat dan harga tetap terkendali.

“Konsepnya seperti pasar murah setiap hari di wilayah. Jadi masyarakat tidak perlu menunggu operasi pasar atau antre panjang. Mereka bisa langsung membeli kebutuhan pokok di Wamira dengan harga yang wajar,” jelas Ambar.

img_title Wamira, Warung Milik Rakyat: Inovasi Koperasi Merah Putih untuk Kendalikan Inflasi dan Gerakkan Ekonomi Warga

Target dan Pengembangan

Pada tahap awal, Pemkot menargetkan 14 unit Wamira sepanjang 2026, dengan lima unit sebagai proyek percontohan. Ke depan, program ini akan diperluas hingga mencakup seluruh 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. Selain menjual sembako, Wamira juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk memasarkan produknya. Bahkan, kerja sama dengan berbagai pihak seperti agen LPG, PDAM, perbankan, dan perguruan tinggi sedang dijajaki untuk mendukung manajemen usaha serta digitalisasi pembayaran.

“Kalau UMKM ingin menjajakan produknya di Wamira, tentu bisa. Begitu juga dengan kebutuhan lain seperti LPG atau air bersih. Selama dibutuhkan masyarakat dan harganya sesuai, Wamira siap menampung,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title