Bupati Sleman Instruksikan Pengawasan Ketat Jelang Idul Fitri 1447 H
- Istimewa
SLEMAN, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dipimpin langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, untuk menyusun langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar di seluruh wilayah.
Dalam sambutannya, Harda menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri merupakan tugas strategis pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah konsolidasi dan evaluasi kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling terdampak oleh gejolak harga. Harda meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Satgas Pangan untuk memperkuat pengawasan di lapangan, agar tidak terjadi praktik penimbunan barang yang memanfaatkan momentum hari raya. Ia menekankan bahwa distribusi bahan pangan harus merata dan tidak hanya terkonsentrasi di titik tertentu.
Bupati juga menyoroti pentingnya pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah yang benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menyentuh masyarakat yang membutuhkan, sehingga ketersediaan stok pangan di pasar tradisional maupun ritel modern tetap terjaga. Ia mengimbau para pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar, serta mengajak masyarakat Sleman untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan tanpa melakukan aksi panic buying yang justru dapat memicu lonjakan harga.
Dalam laporan yang disampaikan Kepala Bagian Perekonomian, Heri Setyawati, disebutkan bahwa tingkat inflasi tahunan DIY pada Februari 2026 berada di angka 3,30 persen. Sementara itu, khusus Kabupaten Sleman, Indeks Perubahan Harga (IPH) pada minggu ketiga Februari tercatat sebesar 3,39 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam, seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Heri menegaskan bahwa HLM TPID kali ini difokuskan untuk menjamin stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau dinamika harga komoditas tersebut dan siap mengambil langkah cepat apabila terjadi gejolak di pasar. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci agar kebijakan yang diambil dapat segera diimplementasikan secara efektif.