Tiga Guru Besar Lolos Seleksi Senat, Calon Rektor UII 2026–2030 Segera Ditentukan
- jogja.viva.co.id/Cahyo PE
SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Islam Indonesia (UII) memasuki tahapan penting dalam suksesi kepemimpinan rektor periode 2026–2030. Rapat Senat Universitas yang digelar pada Jumat, 20 Februari 2026, di Gedung Prof. Sardjito Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5, menetapkan tiga nama guru besar sebagai calon rektor terpilih.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Eko Riyadi, menjelaskan bahwa rapat senat dipimpin oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Suparwoko, dan diikuti 58 dari total 60 anggota senat yang memiliki hak suara. Dari hasil pemungutan suara, 56 surat suara dinyatakan sah, sementara dua lainnya tidak sah. “Proses berjalan transparan dan demokratis sesuai aturan yang berlaku,” ujar Eko, Rabu, 25 Februari 2026.
Hasil penghitungan menunjukkan Prof. Hari Purnomo memperoleh 21 suara (37,50 persen), Prof. Ilya Fadjar Maharika meraih 18 suara (32,14 persen), dan Prof. Masduki mendapatkan 6 suara (10,71 persen). Tiga nama tersebut ditetapkan sebagai calon rektor terpilih melalui Ketetapan Panitia Pemilihan Rektor Nomor 06/SK-PP/XII/2026. Mereka akan melanjutkan ke tahap akhir berupa pemaparan Rencana Strategis di hadapan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII pada 6 Maret 2026.
Eko menegaskan bahwa penetapan rektor dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh pengurus yayasan, dengan mempertimbangkan visi, strategi, serta komitmen kepemimpinan. “Tahapan ini menjadi penentu siapa yang akan memimpin UII lima tahun ke depan,” tambahnya.
Proses pemilihan rektor UII berjenjang sesuai Peraturan Yayasan Badan Wakaf UII Nomor 8 Tahun 2025. Calon rektor wajib berstatus dosen, berusia minimal 40 tahun, bergelar doktor (S-3), dan memiliki jabatan akademik guru besar. Selain itu, mereka dituntut memiliki jejaring akademik luas, kemampuan manajerial, serta karakter kepemimpinan yang bersih dan solutif.
Panitia sebelumnya menjaring 36 bakal calon dari seluruh fakultas. Dari jumlah tersebut, 13 nama lolos seleksi awal, termasuk Prof. Akhmad Fauzy, Prof. Budi Agus Riswandi, Prof. Eko Siswoyo, Prof. Jaka Nugraha, Prof. Jaka Sriyana, Prof. Riyanto, dan Prof. Sri Kusumadewi. Seluruh bakal calon menyampaikan rencana aksi pada 27 Januari 2026 di hadapan Tim Seleksi yang terdiri dari akademisi dan profesional, di antaranya Busyro Muqoddas, Prof. Mahfud MD, Dr. Halim Alamsyah, dan Prof. Rofikoh Rokhim.