Radio. Gelombang Suara Menjadi Penjernih Informasi Publik
- Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Radio salah satu kanal komunikasi publik yang masih relevan, dengan jangkauan luas dan kedekatan emosional dengan pendengar, memiliki peran strategis sebagai penjernih informasi.
Hal itu disampaikan Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menghadiri Soft Launching New Swaragama Radio sekaligus perayaan ulang tahun ke-26 radio tersebut di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM. Dalam sambutannya, Wawan menekankan bahwa kehadiran radio bukan sekadar nostalgia, melainkan kebutuhan nyata di tengah masyarakat yang dibanjiri informasi tanpa filter.
Menurut Wawan, transformasi Swaragama menjadi “New Swaragama Radio” bukan hanya perubahan format siaran, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kualitas konten. “Radio harus mampu menjadi penjernih informasi, bahkan menjadi verifikator di tengah maraknya hoaks,” ujarnya. Ia menambahkan, tanggung jawab editorial yang jelas serta proses kurasi informasi menjadikan radio lebih kredibel dibandingkan banyak kanal digital yang sering kali hanya mengejar sensasi.
Radio Swaragama sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu media lokal yang dekat dengan masyarakat Yogyakarta. Dengan jangkauan siaran yang luas, radio ini mampu menjangkau warga di kampung-kampung, pelajar, komunitas kreatif, hingga pelaku UMKM. Wawan menilai potensi tersebut sangat besar jika disinergikan dengan program pembangunan daerah. “Radio memiliki kekuatan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Jika disinergikan dengan baik, maka program-program pembangunan daerah akan lebih mudah dipahami dan didukung masyarakat,” jelasnya.
Ia mencontohkan sejumlah program Pemkot Yogyakarta yang membutuhkan dukungan publik, mulai dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat, digitalisasi pelayanan publik, penguatan sektor UMKM, hingga promosi pariwisata dan budaya lokal. Dengan peran radio sebagai media penyiaran yang kredibel, pesan-pesan pembangunan dapat tersampaikan secara merata dan lebih efektif.
Selain itu, Wawan juga menyoroti aspek emosional yang dimiliki radio. Menurutnya, radio bukan sekadar media informasi, tetapi juga sahabat masyarakat. “Radio hadir dengan suara yang membangun kedekatan dan kepercayaan. Itu modal sosial yang sangat kuat,” katanya. Di tengah kompetisi media digital dan platform berbasis internet, radio tetap memiliki ruang tersendiri karena mampu menghadirkan interaksi yang lebih personal.