Puluhan Tahun Kawasan Terbah Wates Selalu Banjir, DPRD DIY Dorong Penanganan Mendesak
- jogja.viva.co.id/ Wuri D
KULONPROGO, VIVA Jogja – Kawasan Terbahsari, Wates, Kulonprogo kembali menjadi sorotan setelah banjir genangan air terus terjadi setiap kali hujan deras turun. Selama lebih dari dua dekade, warga setempat harus menghadapi banjir musiman yang membuat lingkungan di sekitar SMP 4 Wates hingga belakang Rumah Dinas Bupati Kulonprogo tampak kumuh dan tidak nyaman untuk ditinggali.
Kondisi ini mendorong Pimpinan dan anggota Komisi C DPRD DIY melakukan kunjungan lapangan pada Kamis (5/3/2026). Dalam pertemuan dengan warga, Ketua RW 03 Terbah, Sujud Triyanto, menjelaskan bahwa masalah banjir sudah berlangsung lama. Ia menuturkan bahwa aliran sungai di kawasan tersebut dibelokkan ke persawahan tanpa dilengkapi pintu air. Akibatnya, ketika hujan deras turun, air meluap hingga setinggi lutut. Situasi semakin diperparah dengan adanya jaringan saluran air dari pusat Kabupaten Kulonprogo, termasuk dari kawasan alun-alun dan KODIM, yang justru diarahkan ke utara menuju Terbah sehingga menambah volume genangan.
Sujud berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, seperti pembangunan pintu air agar aliran bisa langsung masuk ke sungai besar tanpa melewati permukiman warga. “Genangan air di sini sudah menjadi rutinitas, terutama bagi warga RT 01. Air yang datang sebagian besar berasal dari wilayah Pengasih, termasuk Timpang, Kroco, Jamus, dan Clawer. Seharusnya dialirkan ke Kali Tengah, tetapi dibelokkan dulu ke Terbah untuk irigasi. Akhirnya drainase tidak mampu menampung, sehingga terjadi penumpukan air,” jelasnya.
Sementara itu, Hastiyono, Analisis Pengelolaan Sumber Daya Air BBWS Serayu Opak Yogyakarta, menyatakan pihaknya akan melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kewenangan penanganan. Menurutnya, ada beberapa aspek yang menjadi tanggung jawab Balai Besar, DPUP Provinsi DIY, maupun pemerintah kabupaten. “Kita tinjau dulu ke lapangan. Kalau sungainya masuk wilayah BBWS, mungkin perlu dilakukan normalisasi,” tegasnya.
Anggota Komisi C DPRD DIY dari dapil Kulonprogo, Lilik Syaiful Ahmad, menambahkan bahwa banjir di Terbah sudah terjadi sejak ia kecil. “Situasi banjir ini sudah puluhan tahun. Sejak saya SD, TK, hingga SMP di wilayah ini, kalau hujan deras pasti banjir. Jadi saya tahu betul kondisi ini,” ujarnya.