Pemkot Yogyakarta Perkuat Kepedulian Sosial bagi Lansia di RPSLU Budi Dharma

Walikota dan Wakil Walikota Yogya kunjungi panti Sosial Lanjut Usia
Sumber :
  • Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Suasana penuh kehangatan mewarnai kunjungan jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta ke Unit Pelaksana Tugas (UPT) Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) Budi Dharma, Umbulharjo.

img_title Pemkot Yogya dan Bapas Kelas I Perkuat Sinergi Pidana Kerja Sosial untuk Restorative Justice

Kegiatan silaturahmi yang digelar di bulan Ramadan ini menjadi wujud nyata kepedulian Pemkot terhadap warga lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang terlantar dan membutuhkan perhatian. Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan hadir langsung menyapa para lansia, sekaligus menyerahkan bingkisan Ramadan sebagai bentuk dukungan moral dan sosial.

Kehadiran jajaran Pemkot disambut hangat oleh para penghuni RPSLU. Salah seorang lansia, Slamet Bagyo, bahkan menghibur tamu dengan permainan gitar dan nyanyian lagu “Teluk Bayur” serta “Tul Jaenak”. Momen kebersamaan ini menciptakan suasana akrab dan penuh semangat. Slamet mengaku bahagia mendapat perhatian dari pemerintah kota. “Rasanya kagum ya. Semangat ada jadinya,” ungkapnya dengan senyum, sembari berterima kasih atas bingkisan yang diberikan.

img_title Yogyakarta Perkuat Penanganan Gepeng dengan Shelter dan Edukasi Publik

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Hasto menegaskan bahwa keberadaan RPSLU Budi Dharma merupakan bukti komitmen Pemkot Yogyakarta dalam memberikan pelayanan kepada lansia terlantar. Menurutnya, jumlah lansia di Kota Yogyakarta cukup besar, sehingga perlu ada fasilitas khusus untuk merawat mereka. “Kadang ada lansia yang sakit, tapi tidak perlu perawatan rumah sakit. Mereka tetap butuh perhatian, dan di sinilah tempatnya,” jelas Hasto. Ia menambahkan bahwa target Pemkot adalah memastikan lansia tetap mandiri dan produktif, bukan sekadar dirawat. Oleh karena itu, di RPSLU para lansia juga dilatih keterampilan agar tetap berdaya, misalnya memilah sampah atau membuat kerajinan batik.

Wakil Walikota Wawan Harmawan menambahkan bahwa pelatihan keterampilan menjadi salah satu program penting agar lansia tidak merasa terpinggirkan. “Kalau ada yang masih bisa membatik atau memilah sampah, kita latih. Harapannya mereka tetap bisa berkontribusi,” ujarnya. Hasto juga menekankan pentingnya nilai adat ketimuran, yakni merawat dan menghormati orang tua. Ia mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin merawat lansia di rumah. Namun, jika keluarga tidak mampu atau lansia benar-benar terlantar, masyarakat diminta melapor kepada Pemkot agar segera mendapat penanganan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Pemkot Yogya gandeng 500 Mitra Driver Ojol Jadi Duta Wisata Digital