Kolaborasi HIPMI–Pemkot Yogyakarta Hadirkan Hostel Rp75 Ribu, Dorong UMKM dan Wisata Backpacker

HIPMI–Pemkot Yogya Hadirkan Hostel terjangkau
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Cahyo PE

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta menghadirkan inovasi pengembangan aset masyarakat menjadi penginapan murah di kawasan strategis. Program ini diwujudkan melalui pendirian FunHostel Malioboro, sebuah hostel dengan tarif terjangkau yang menyasar wisatawan backpacker sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

img_title Malioboro Bersiap Jadi Kawasan Pedestrian Bebas Emisi November 2026

Ketua BPC HIPMI Kota Yogyakarta, Syaiful Uyun, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara HIPMI dan Pemkot Yogyakarta. Data aset warga di bantaran Sungai Code dan Winongo dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi penginapan dengan konsep sociopreneur. “Kami ingin pemilik aset memperoleh nilai tambah. Aset mereka dikelola secara profesional, sementara investor internal HIPMI membantu pendanaan renovasi dan operasional,” ujarnya.

Transparansi dan Bagi Hasil

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Kawasan Penyangga Jadi Destinasi Wisata Baru

Dalam pengelolaan FunHostel Malioboro, sistem keuangan dibuat transparan dengan mekanisme bagi hasil setiap bulan. Pemilik aset dan investor dapat memantau tingkat okupansi secara real time. Model ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan usaha berbasis kolaborasi yang sehat dan berkelanjutan.

Hostel yang berlokasi di Jalan Mataram, dekat bantaran sungai, mulai beroperasi sejak awal Desember 2025. Letaknya hanya sekitar tiga menit dari Malioboro, menjadikannya pilihan strategis bagi wisatawan. “Kami menyasar wisatawan kelas menengah ke bawah, khususnya backpacker. Tarifnya hanya Rp75.000 per malam, sehingga wisatawan bisa lebih hemat dan menikmati Yogyakarta,” kata Uyun.

img_title Komunitas Seni Malioboro Hidup Kembali Lewat Gelaran O, – Nol Koma #1

Saat ini FunHostel Malioboro memiliki 20 kamar, dengan delapan kamar yang sudah siap digunakan. Pemesanan dapat dilakukan melalui platform daring seperti Traveloka dan Agoda, maupun media sosial dengan nama Panostel Malioboro.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menilai kehadiran hostel ini dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di sekitarnya. “Hostel ini representatif dan terjangkau. Kehadirannya diharapkan memantik usaha lain, mulai dari kuliner hingga produk ekonomi kreatif,” jelasnya.

Tri menambahkan, keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha ini. Produk UMKM lokal akan dipasarkan melalui hostel sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling mendukung. “Dengan adanya hostel ini, UMKM di sekitar lokasi bisa bersinergi dan berkolaborasi. Ini menjadi pemicu tumbuhnya usaha-usaha baru,” tutupnya.

Halaman Selanjutnya
img_title