Sleman Prioritaskan Infrastruktur Jalan Demi Mudik Aman dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal
- Istimewa
SLEMAN, VIVA Jogja – Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk menghadirkan infrastruktur jalan yang berkualitas sebagai bagian dari persiapan menyambut arus mudik Lebaran. Melalui program unggulan “Sleman Dalane Alus lan Padang”, Pemkab Sleman berupaya memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sejak tahun lalu, pembangunan jalan menjadi fokus utama pemerintah daerah. Hal ini tidak lepas dari posisi Sleman sebagai kawasan pendidikan dan pariwisata yang selalu menjadi tujuan utama pemudik maupun wisatawan saat libur panjang, khususnya Idulfitri. Puluhan ribu warga Sleman yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri akan kembali ke kampung halaman, sehingga kebutuhan akan jalan yang baik dan penerangan yang memadai menjadi semakin mendesak.
Pada tahun 2026, di bawah kepemimpinan Harda Kiswaya dan Danang Maharsa, Pemkab Sleman meningkatkan anggaran pembangunan jalan hingga Rp108 miliar, naik 46 persen dibanding tahun sebelumnya. Anggaran besar ini dikelola dengan strategi yang terukur, mulai dari perencanaan berbasis data, pemeliharaan preventif, pemerataan pembangunan, hingga mitigasi risiko ketahanan infrastruktur. Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis kualitas jalan di Sleman akan semakin baik dan mampu mendukung mobilitas masyarakat.
Pemkab Sleman meyakini bahwa infrastruktur jalan yang berkualitas akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Jalan yang halus dan penerangan yang memadai akan memperlancar akses menuju kawasan wisata, memudahkan distribusi produk UMKM, serta meningkatkan daya saing wilayah. Pada akhirnya, manfaat tersebut akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sleman secara menyeluruh.
Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Sleman juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak. Dunia usaha diajak berkontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), sementara perguruan tinggi digandeng untuk menghadirkan inovasi teknologi dalam pengerasan dan pengawasan jalan. Sinergi ini diharapkan membentuk kolaborasi pentaheliks yang ideal antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Untuk memastikan keterlibatan publik, Pemkab Sleman menyediakan kanal aduan lapor.slemankab.go.id serta aplikasi Lapor Sleman. Masyarakat diajak untuk aktif melaporkan kondisi jalan di wilayah masing-masing sebagai bentuk rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Dengan partisipasi warga, perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.