Rawan Laka dan Titik Lelah, Polres Kulonprogo Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
- jogja.viva.co.id/Wuri D
KULONPROGO, VIVA Jogja – Jalan nasional yang melintasi wilayah Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan lalu lintas. Polres Kulonprogo mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kapolres Kulonprogo, AKBP Ridho Hidayat, menegaskan bahwa jalur ini kerap menjadi titik rawan karena tingginya kecepatan kendaraan pemudik yang masuk dari arah Purworejo, Jawa Tengah, serta aktivitas warga lokal yang keluar masuk jalan raya.
“Di jalan nasional antara Purworejo–Kulonprogo biasanya pemudik memacu kecepatan di atas rata-rata. Kami mengimbau masyarakat asli Kulonprogo yang hendak menyeberang agar ekstra hati-hati. Lihat kiri kanan, pastikan aman sebelum melintas. Jika masih ada kendaraan, tunda dulu demi keselamatan,” ujar Kapolres usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Progo 2026 di halaman Mapolres Kulonprogo, Kamis (12/3/2026).
Operasi Ketupat Progo 2026 resmi digelar pada 13–25 Maret mendatang dengan melibatkan 376 personel. Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Kristiyono, menjelaskan bahwa pihaknya mendirikan tiga pos pengamanan (pospam) di Jembatan Kabanaran, Pasar Sentolo Baru, dan Terminal Wates, serta satu pos terpadu di Temon. “Pospam dan pos terpadu ini untuk mengantisipasi titik lelah pemudik. Jika merasa letih, silakan beristirahat di pos yang sudah kami siapkan. Di Temon bahkan tersedia layanan tambahan seperti bengkel, tambal ban gratis, hingga fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, dibukanya exit tol Purwomartani di Sleman diperkirakan akan mengurangi kepadatan arus kendaraan di jalur nasional Purworejo–Wates–Kulonprogo–Yogyakarta. “Kami optimis arus lalu lintas mudik dan balik Lebaran tetap aman dan terkendali,” tambah Kristiyono.
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan di Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kulonprogo dengan Bantul. Lokasi ini berpotensi menimbulkan keramaian karena menjadi destinasi baru. “Banyak masyarakat berhenti untuk berfoto di jembatan. Kami antisipasi agar tidak terjadi antrean atau parkir sembarangan,” tegas Kapolres.
Polres Kulonprogo sebelumnya juga telah memasang papan imbauan peringatan dan stiker reflektor di kawasan rawan kecelakaan. Langkah ini diperkuat dengan survei titik-titik laka berfatalitas tinggi. “Kami berupaya memberikan peringatan agar pengendara lebih hati-hati, mengurangi kecepatan, dan memperhatikan kondisi sekitar,” pungkas Ridho Hidayat.