Damkarmat Yogya Intensifkan Pemeriksaan Sistem Proteksi Kebakaran di Kawasan Malioboro
- Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemeriksaan sistem proteksi kebakaran di sejumlah titik vital. Fokus utama inspeksi kali ini adalah kawasan Malioboro, termasuk Teras Malioboro dan Pasar Beringharjo, yang diperkirakan akan dipadati pengunjung selama masa libur.
Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan potensi bahaya kebakaran di ruang publik. “Biasanya saat Lebaran, kunjungan masyarakat ke fasilitas umum meningkat tajam. Karena itu, kami melakukan inspeksi sistem proteksi kebakaran agar pengelola bangunan siap menghadapi kemungkinan risiko,” ujarnya.
Inspeksi dilakukan secara sampling di beberapa lokasi strategis, seperti stasiun Tugu dan Lempuyangan, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga perhotelan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti pengelola, terutama terkait kondisi pompa hidran, alarm kebakaran, dan alat pemadam api ringan (APAR). “Kalau ada sistem yang bermasalah, harus segera diperbaiki. Jika perbaikan terkendala anggaran, pengelola tetap wajib menyiapkan langkah mitigasi, misalnya dengan menyiagakan sistem manual,” tambah Taokhid.
Selain itu, Damkarmat juga menemukan beberapa APAR yang sudah tidak berfungsi optimal karena tekanan habis atau kurang terawat. Rekomendasi pun diberikan agar segera dilakukan penggantian atau perawatan berkala. Menurut Taokhid, kesiapan peralatan harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. “Tidak hanya petugas keamanan, pedagang pun sebaiknya memiliki kemampuan dasar menggunakan APAR. Dengan begitu, penanganan awal bisa dilakukan cepat sebelum api membesar,” jelasnya.
Langkah antisipasi ini mendapat dukungan dari Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta. Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pasar Rakyat, Dwi Nanto Sujatmiko, menuturkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemeliharaan peralatan proteksi kebakaran di pasar-pasar rakyat, termasuk Beringharjo. “Setiap enam bulan sekali kami melakukan pengisian ulang APAR sebagai bagian dari pemeliharaan rutin. Selain itu, pelatihan juga diberikan kepada petugas pasar dan pedagang agar lebih siap menghadapi situasi darurat,” katanya.
Pada Februari lalu, sekitar 30 personel mengikuti pelatihan pemeliharaan bangunan dan sarana pasar, termasuk proteksi kebakaran. Program ini diharapkan meningkatkan kapasitas SDM dalam menghadapi potensi kebakaran. “Pedagang yang berada dekat dengan titik APAR kami bekali kemampuan menggunakan alat pemadam, sehingga jika terjadi kebakaran mereka bisa segera melakukan penanganan awal,” pungkas Dwi.