Eko Suwanto Dorong Sinergi Pemda DIY, TNI, dan Polri Wujudkan Pos Terpadu Lebaran 2026
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menyambut arus mudik dan kunjungan wisata saat Idul Fitri 1447 H, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mewujudkan komitmen bersama: “Liburan dan Lebaran Aman dan Selamat.” Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, jajaran Polda DIY, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, hingga TAPD Pemda DIY.
Menurut Eko, sinergi antar-stakeholder sangat diperlukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat, pemudik, serta wisatawan. Fokus utama pembahasan meliputi mitigasi keamanan di titik keramaian, kesiapan destinasi wisata, antisipasi bencana, serta pemeliharaan ketertiban umum. “Kita sepakat mewujudkan Lebaran dan Liburan yang aman dan selamat bagi semua warga Jogja, pemudik, dan wisatawan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Eko memberikan apresiasi atas persiapan pos mudik yang telah dilakukan. Ia mendorong Pemda DIY untuk menyinergikan gerak bersama masyarakat, TNI, dan Polri melalui pos pelayanan terpadu. Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan, pengaturan lalu lintas, hingga penanganan kebencanaan di berbagai titik strategis. “Komisi A merekomendasikan pembentukan manajemen pos terpadu yang lebih terintegrasi agar koordinasi berjalan sinkron dan pelayanan lebih efektif serta responsif,” jelasnya.
Selain aspek keamanan, Eko juga menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan selama masa libur. Ia memastikan puskesmas dan rumah sakit tetap beroperasi penuh, baik untuk layanan rawat inap maupun non-perawatan. “Rekomendasi kita, pentingnya jaminan kesejahteraan bagi para paramedis yang bertugas meski sedang masa libur,” tambahnya.
Tak hanya itu, Eko mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan properti selama mudik. Ia mengimbau agar warga melaporkan rumah atau kos yang ditinggalkan kepada pengurus RT/RW setempat. Langkah ini dinilai efektif untuk mempermudah pemantauan lingkungan dan menekan potensi kriminalitas.
Dalam konteks mitigasi bencana, Eko mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem. Ia mendorong pemudik dan wisatawan untuk rutin memantau informasi dari BMKG. “Kesadaran mitigasi mandiri sangat krusial agar perjalanan dan liburan tidak terganggu oleh potensi bencana alam,” ujarnya.