Pemkab Kulonprogo Pantau Kesiapan Nyepi, Wujud Toleransi Antarumat Beragama
- humas Pemkab Kulonprpgo
KULONPROGO, VIVA Jogja - Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret mendatang, Bupati Kulonprogo R Agung Setyawan bersama jajaran melakukan kunjungan monitoring dan silaturahmi ke kediaman umat Hindu, I Ketut Rudyarta, di Ngrojo, Kembang, Kapanewon Nanggulan.
Kunjungan ini menjadi momen berkesan karena kepala daerah hadir langsung menyapa umat Hindu di wilayah tersebut. Bupati didampingi jajaran Forkopimda, perwakilan Kanwil Kemenag DIY, Kemenag Kulonprogo, serta tokoh lembaga Hindu.
Pembimbing Masyarakat (Binmas) Hindu Kanwil Kemenag DIY, Didik Widya Putra, mengungkapkan rasa haru atas perhatian pemerintah daerah. “Kok ya Pak Bupati datang ke rumah umat Hindu yang jumlahnya hanya 24 orang? Ini luar biasa, saya terharu,” ujarnya.
Didik juga menyampaikan aspirasi umat Hindu terkait kebutuhan tempat ibadah yang lebih representatif. Saat ini, umat Hindu di Kulonprogo hanya memiliki satu Sanggar Pamuja di lereng Samigaluh dengan akses yang cukup berat. “Kami berharap ada solusi agar umat Hindu di Kulonprogo bisa beribadah lebih dekat tanpa harus jauh-jauh ke Jagatnatha,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Agung Setyawan menegaskan komitmen pemerintah untuk merangkul seluruh masyarakat tanpa memandang jumlah maupun latar belakang agama. “Meskipun jumlahnya kecil, Bapak/Ibu sekalian adalah bagian dari keluarga besar Kulonprogo. Kehadiran saya di sini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk hadir bagi semua,” tegasnya.
Agung juga menyatakan akan berupaya memfasilitasi aspirasi umat Hindu terkait rumah ibadah. “Pemerintah akan terus berusaha mencari solusi terbaik sesuai regulasi agar hak beribadah dengan tenang dan nyaman dapat terpenuhi,” imbuhnya.
Tuan rumah, I Ketut Rudyarta, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan mendadak namun penuh makna tersebut. “Ini momen yang sangat bagus bagi keluarga dan umat Hindu di Kulonprogo. Harapan saya, kerukunan umat beragama di Kulonprogo semakin erat. Kita semua saudara satu kabupaten,” ujarnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, Pemkab Kulonprogo berharap perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026 dapat berjalan khidmat, aman, dan penuh kedamaian. Kehadiran pemerintah di tengah umat Hindu menjadi simbol nyata toleransi, gotong royong, dan semangat kebersamaan antarumat beragama di Bumi Binangun.