143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Strategi dan Tips Aman Berkendara

Prediksi kepadatan arus Mudik Lebaran 2026
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang. Angka ini memang turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menunjukkan skala pergerakan manusia yang sangat besar. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dua kali, yakni pada 14–15 Maret dan 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi jatuh pada 24 Maret 2026. Tujuan utama pemudik masih didominasi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sulawesi Selatan.

img_title Kelok 23 Jadi Magnet Wisata Baru, Rest Area dan UMKM Siap Hadir 2027

Untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan perjalanan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi. Posko mudik akan diaktifkan selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) diterapkan pada 16–17 Maret 2026 untuk memecah kepadatan arus mudik. Pemerintah juga menyediakan layanan mudik gratis sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan aman dan nyaman.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dwi Ardianta Kurniawan, menuturkan bahwa pemerintah telah mengoptimalkan infrastruktur jalan raya, baik jalur arteri maupun tol. PT Jasa Marga bahkan menyiapkan empat ruas jalan tol fungsional baru di jaringan Trans-Jawa yang dapat dilintasi pemudik secara gratis. Kehadiran jalur fungsional ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di titik-titik krusial dan mempercepat distribusi lalu lintas. “Harapannya waktu tempuh perjalanan darat dapat dipangkas secara signifikan untuk mengakomodasi mobilitas ratusan juta pemudik,” ujarnya.

img_title Lonjakan Penumpang Bandara Adisutjipto Jadi Cermin Mobilitas Libur Panjang dan Daya Tarik Wisata Slema

Selain infrastruktur, perhatian juga diberikan pada fasilitas pendukung. Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk memfungsikan sekitar 6.859 masjid di sepanjang jalur mudik sebagai rest area tambahan. Fasilitas ini akan beroperasi 24 jam mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, sehingga pemudik memiliki alternatif tempat istirahat ketika rest area resmi di jalan tol penuh. Dengan demikian, pengemudi tetap memiliki ruang untuk melepas penat sekaligus beribadah dengan nyaman.

Dari sisi keselamatan, Dwi Ardianta menekankan pentingnya kesiapan teknis kendaraan sebelum berangkat. Setiap pemudik wajib melakukan inspeksi komponen vital, mulai dari ketebalan ban, tekanan angin, sistem pengereman, hingga cairan kendaraan seperti oli mesin, radiator, dan minyak rem. “Mengabaikan kesiapan teknis sama halnya dengan membuka peluang besar terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya,” tegasnya. Ia juga menyoroti manajemen kelelahan pengemudi sebagai faktor krusial. Mengemudi berjam-jam dapat menurunkan konsentrasi dan memicu microsleep. Karena itu, pengemudi disarankan beristirahat minimal 15–30 menit setelah mengemudi maksimal empat jam berturut-turut.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title RI Rencanakan Pembangunan PLTN, UGM Siap Dukung dari Sisi SDM