Kaliurang Siap Sambut Wisatawan Lebaran, Dispar Sleman Hadirkan Pentas Seni dan Atraksi Budaya
- Bing Image Creative
SLEMAN, VIVA Jogja – Menyambut libur Lebaran 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyiapkan berbagai agenda hiburan di kawasan wisata Kaliurang. Beragam pentas seni dan atraksi budaya akan digelar untuk memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Kegiatan ini akan berlangsung mulai 22 Maret hingga 29 Maret 2026 dengan lokasi utama di Bukit Klangon Glagaharjo Cangkringan, Gardu Pandang Kaliurang, serta Tlogoputri Kaliurang. Sejumlah kelompok seni lokal akan tampil, di antaranya Jathilan Kudho Bramudha, Badui Laras Kubro Al Amin, Campursari Yoben Eling, Turonggo Mudho Lestari Budoyo, Kubrosiswo Bimo Mudho, Kudho Praneso, hingga Kudho Dwi Manunggal. Semua pertunjukan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, menegaskan bahwa kawasan Kaliurang telah dipersiapkan secara optimal untuk menyambut wisatawan. “Destinasi di kawasan Kaliurang siap menyambut pengunjung. Selain atraksi budaya, pelaku UMKM juga siap memberikan kenangan yang tidak terlupakan. Kami berharap pengelola jasa pariwisata dan UMKM tetap menjaga pelayanan terbaik, menjadi tuan rumah yang ramah dan santun,” ujarnya.
Selain pertunjukan seni, pengunjung juga dapat menikmati berbagai fasilitas yang telah disediakan. Di Tlogoputri dan Gardu Pandang, wisatawan bisa mencoba permainan becak air yang menjadi favorit keluarga. Fasilitas umum seperti toilet, area parkir, mushola, serta kios jajanan khas Kaliurang juga telah dipersiapkan dengan baik. Kebersihan dan kenyamanan menjadi perhatian utama, sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan menyenangkan.
Atraksi budaya yang ditampilkan bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian seni tradisional Sleman. Pertunjukan jathilan, campursari, dan kesenian lokal lainnya diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda sekaligus menarik minat wisatawan mancanegara. Dengan demikian, libur Lebaran tidak hanya menjadi momentum berkumpul bersama keluarga, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya lokal.
Edy Winarya menambahkan, keberadaan UMKM di sekitar kawasan wisata menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata Sleman. Produk kuliner khas, kerajinan tangan, hingga oleh-oleh tradisional akan melengkapi pengalaman wisatawan. “Kami ingin wisatawan pulang dengan membawa cerita indah, bukan hanya tentang pemandangan Kaliurang, tetapi juga tentang keramahan masyarakat dan keunikan produk lokal,” katanya.