Menkeu Purbaya: Pasar Beringharjo Masih Jadi Nadi Ekonomi Rakyat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkunjung ke Beringharjo
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (17/03/2026) mengunjungi Pasar Beringharjo Yogyakarta didampingi oleh Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bahwa pasar tradisional tetap hidup dan berdenyut, meski isu “mati suri” sempat ramai diperbincangkan.

img_title Bantul Genjot Program Pro-Rakyat di Hari Jadi ke-195, Sultan Tekankan Eksekusi Nyata

Sejak pagi hingga sore, lorong-lorong Beringharjo dipenuhi aktivitas jual beli. Pedagang batik, kain, kuliner, hingga kerajinan tangan tampak sibuk melayani pembeli. Menkeu Purbaya menyapa sejumlah pedagang dan berdialog mengenai kondisi usaha mereka. Ia mengaku kagum melihat omzet pasar yang mencapai Rp2 triliun per tahun, angka yang menegaskan bahwa pasar tradisional masih menjadi pusat ekonomi kerakyatan sekaligus destinasi wisata belanja.

Data Dinas Perdagangan DIY mencatat lebih dari 2.000 pedagang aktif beroperasi di Beringharjo dengan rata-rata transaksi harian Rp5–6 miliar. Sektor UMKM di DIY sendiri menyumbang sekitar 60 persen terhadap PDRB daerah, dengan lebih dari 300 ribu unit usaha aktif yang sebagian besar bergerak di perdagangan dan pariwisata. Angka ini menunjukkan betapa besar kontribusi pasar rakyat terhadap perekonomian lokal.

img_title Riset ITB Ungkap Tantangan Transformasi Pasar Rakyat, Agus S. Ekomadyo Dorong Digitalisasi Berbasis Kebutuhan Pedagang

Dalam kunjungannya, Menkeu juga menyoroti daya saing produk lokal. Ia membeli batik dan kaos untuk keluarganya, sambil menekankan bahwa harga produk UMKM Jogja jauh lebih kompetitif dibandingkan Jakarta. Menurutnya, pedagang di Beringharjo tidak lagi kesulitan modal, sebuah sinyal bahwa likuiditas di tingkat pasar rakyat sudah membaik. Hal ini menjadi indikator penting bahwa perputaran uang di DIY relatif sehat, bahkan mampu menopang pemulihan ekonomi pasca perlambatan beberapa tahun terakhir.

Selain meninjau pasar, Purbaya juga mengunjungi Teras Malioboro 1 untuk memantau pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY. Ia menegaskan bahwa kolaborasi kebijakan fiskal pusat dengan tata kelola daerah mampu menjaga stabilitas ekonomi. Menkeu juga menyinggung isu makro terkait harga energi. Ia memastikan bahwa hingga akhir tahun belum ada rencana kenaikan harga BBM, karena APBN masih cukup kuat untuk menahan guncangan harga minyak dunia. “Anggaran kita berfungsi sebagai shock absorber agar masyarakat tidak langsung merasakan dampak fluktuasi global,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Menkeu Purbaya dan Sri Sultan HB X Resmikan Becak Listrik Wisata di Alun-alun Selatan Yogyakarta