Pemkot Yogyakarta Salurkan Zakat, 195 Mahasiswa Korban Bencana Sumatra Terima Santunan
- Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat solidaritas sosial melalui penyaluran zakat dan bantuan sosial. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Zakat Panutan yang digagas Pemkot Yogyakarta. Program tersebut bertujuan mendorong kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen sosial yang mampu membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Wawan Harmawan menyerahkan zakat secara simbolis melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta.
Dalam acara tersebut, Pemkot menyalurkan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penyintas bencana dari Aceh dan Sumatra yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Sebanyak 195 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi menerima santunan dengan total nilai Rp390 juta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka sekaligus memastikan kelancaran proses pendidikan.
Selain bantuan untuk mahasiswa, BAZNAS Kota Yogyakarta juga menyalurkan dana operasional sebesar Rp88 juta kepada 11 panti asuhan dan rumah tahfidz binaan. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan sosial dan pendidikan keagamaan di lembaga-lembaga tersebut. Tidak hanya itu, zakat fitrah juga disalurkan kepada petugas lapangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka menjaga kebersihan kota.
Momentum penyaluran zakat ini turut diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah komunitas dan perusahaan yang aktif mendukung gerakan zakat di Kota Yogyakarta. Penghargaan diberikan kepada Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Yogyakarta, Bakpia Kurnia Sari, serta PT Sinergi Ketahanan Pangan (Chick-In). Wakil Wali Kota Wawan Harmawan menyerahkan penghargaan tersebut secara langsung sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dunia usaha dan komunitas dalam memperkuat gerakan zakat.
Dalam sambutannya, Wawan menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial. Menurutnya, zakat tidak hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga instrumen sosial yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat. “Gerakan zakat ini bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial dan gotong royong. Dengan semangat kebersamaan, kita berharap zakat dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Yogyakarta,” ujarnya.