BPBD Wonosobo Petakan Jalur Mudik Rawan Longsor dan Siagakan Ribuan Relawan Jelang Lebaran 2026
WONOSOBO VIVAJogja - Pemerintah Kabupaten Wonosobo mulai memperketat pengawasan di sejumlah titik jalur transportasi utama menjelang arus mudik.
Langkah ini diambil oleh BPBD Wonosobo guna memetakan wilayah yang memiliki risiko tinggi terkena dampak bencana alam.
Pemetaan tersebut sangat krusial mengingat kondisi topografi wilayah yang didominasi oleh perbukitan dan lereng pegunungan curam.
Potensi bencana hidrometeorologi diprediksi masih mengintai wilayah ini akibat pengaruh musim hujan yang belum usai.
Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, menyebutkan bahwa curah hujan tinggi berpotensi memicu tanah longsor.
"Kondisi kebencanaan di Kabupaten Wonosobo masih dipengaruhi musim hujan menjelang periode Lebaran," ujar Sumekto, Selass (17/03/2026).
Selain ancaman longsor, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lokal serta angin kencang yang tiba-tiba.
Wilayah pegunungan memang memiliki karakteristik kerawanan yang lebih tinggi saat hujan turun dengan durasi yang lama.
Pihak otoritas kebencanaan kini terus melakukan pemantauan intensif pada titik-titik yang dianggap paling berbahaya bagi pemudik.
Kesiapsiagaan Personel dan Relawan Gabungan
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, BPBD Wonosobo telah meningkatkan koordinasi lintas sektor secara masif.
Sinergi dilakukan bersama jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga organisasi relawan kebencanaan yang tersebar luas.
Tercatat ada sekitar 1.079 relawan yang telah menyatakan kesiapannya untuk membantu proses evakuasi jika terjadi darurat.
Selain relawan, sebanyak 15 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan 15 personel Damkar juga disiagakan penuh.
"Kami melakukan koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, serta relawan kebencanaan," tambah Sumekto.
Sejumlah ruas jalan utama yang menjadi fokus perhatian antara lain jalur Tambi-Temanggung dan akses menuju Dieng.
Jalur Sapuran-Kepil, Watumalang-Dieng, serta rute Wadaslintang-Kebumen juga masuk dalam daftar zona merah rawan longsor.
Ruas-ruas jalan tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan, baik untuk keperluan mudik maupun kunjungan wisata.
Masyarakat yang melintas diimbau untuk selalu waspada, terutama saat berkendara di bawah guyuran hujan lebat.
Pohon tumbang menjadi ancaman lain yang patut diperhitungkan oleh para pengguna jalan di wilayah pegunungan tersebut.
"Pemudik diimbau memantau informasi cuaca dan kondisi jalur sebelum melakukan perjalanan," pungkas Kepala BPBD Wonosobo.