Industri Kerajinan KWaS Bantul, Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Kayu Ramah Lingkungan

Pemberdayaan kelompok perempuan
Sumber :
  • kwas.co.id

VIVA Jogja - Di tengah geliat UMKM di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, CV Karya Wahana Sentosa (KWaS) tampil sebagai salah satu industri kerajinan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa misi sosial. Perusahaan yang dipimpin oleh Robertus Agung Prasetyo ini menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi utama, dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dalam proses produksi.

img_title Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi

Langkah ini mendapat sorotan ketika Komisi B DPRD DIY melakukan kunjungan kerja lapangan strategis ke CV KWaS pada Kamis, 5 Maret 2026. Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa industri lokal seperti KWaS mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi keluarga penerima manfaat PKH. Agung menegaskan, keterlibatan ibu-ibu rumah tangga bukan sekadar tambahan tenaga kerja, melainkan bentuk nyata pemberdayaan yang memberi mereka keterampilan baru sekaligus penghasilan tambahan.

Para ibu rumah tangga yang sebelumnya bergantung pada bantuan sosial kini dilatih untuk menguasai keterampilan produksi dan finishing produk kerajinan kayu. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari rantai produksi yang menghasilkan produk berkualitas tinggi. “Kami mulai melibatkan masyarakat untuk ikut produksi. Dulu supplier kami membuat barang besar, sekarang beralih ke barang kecil karena ekspor menurun. Dari situ kami juga menggandeng masyarakat, terutama penerima PKH,” ujar Agung.

img_title Pemkab Bantul Resmikan Jogging Track Paseban, Targetkan Fasilitas Sehat di Tiap Kapanewon

Produk yang dihasilkan KWaS berfokus pada kitchenware atau peralatan dapur berbahan kayu, seperti mangkuk, sendok, dan wadah serbaguna. Peralihan dari produk berukuran besar ke produk kecil dilakukan karena pasar ekspor untuk barang besar mengalami penurunan. Namun, justru dari perubahan ini lahir peluang baru untuk melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Keunggulan lain dari KWaS adalah penggunaan bahan kayu bersertifikasi FSC (Forest Stewardship Council). Sertifikasi ini memastikan bahwa kayu yang digunakan berasal dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab. FSC sendiri merupakan organisasi internasional nirlaba yang berdiri sejak 1993 di Bonn, Jerman, dengan misi mempromosikan pengelolaan hutan dunia secara berkelanjutan. Dengan menggunakan kayu bersertifikat, KWaS tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Silaturahmi Pemimpin Bantul Terdahulu Jadi Warna Hangat Hari Jadi ke-195