Sate Bu Sum, Legenda Pinggir Jalan yang Bikin Rela Antre di Maguwoharjo

Warung Sate Bu Sum
Sumber :
  • VIVA Jogja/IG jogjataste

VIVA Jogja - Di tengah riuhnya kawasan Maguwoharjo, Sleman, terdapat satu warung sate sederhana yang sudah melegenda sejak tahun 1989. Namanya Sate Bu Sum. Meski hanya berjualan di pinggir jalan, tepatnya di selatan Perempatan Pasar Stand Maguwoharjo, pesona kuliner ini tak pernah pudar dimakan waktu.

img_title PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Musim Kemarau

Lokasinya memang terbilang “nyempil”. Jika tidak jeli, pengunjung bisa saja melewatkannya. Namun justru di situlah letak daya tariknya. Warung sederhana dengan aroma bakaran yang menggoda ini selalu berhasil mencuri perhatian para pecinta kuliner, bahkan dari luar kota.

Nama Sate Bu Sum semakin melejit setelah sempat didatangi oleh food vlogger ternama Nex Carlos. Sejak saat itu, warung ini semakin ramai diserbu pembeli. Antrean panjang menjadi pemandangan biasa, terutama saat jam makan siang hingga malam hari. Namun, perjalanan Sate Bu Sum tidak selalu mulus.

img_title PDAM Sleman Gandeng Satelit Argentina, UGM, dan Stellarvision Korea untuk Deteksi Kebocoran Pipa Air

Saat pandemi COVID-19 melanda, warung ini sempat tutup cukup lama. Keputusan itu tentu membuat banyak pelanggan setianya kecewa. Meski begitu, kerinduan para pecinta sate akhirnya terbayar ketika warung ini kembali buka dan langsung disambut antusias.

Menu andalan di sini tentu saja sate kambing dan tengkleng. Yang membuatnya berbeda adalah bumbu yang begitu “medok”—kaya rempah, gurih, dan meresap hingga ke dalam daging. Sate kambingnya terkenal empuk tanpa bau prengus yang menyengat, sementara tengklengnya memiliki kuah yang kuat, sedikit pedas, dan sangat menggugah selera.

img_title SPPG Caturharjo Sleman, Koperasi Konsumen Mutiara Mandiri Sejahtera, Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Setiap tusuk sate dibakar dengan teknik tradisional, menghasilkan aroma khas yang sulit ditolak. Dagingnya juicy, dengan perpaduan rasa manis dan gurih dari bumbu kecap serta rempah yang meresap sempurna. Sementara itu, tengkleng disajikan dengan potongan tulang dan daging yang masih menempel, memberikan sensasi makan yang lebih “niat” dan memuaskan.

Meski tempatnya sederhana tanpa konsep fancy, pengalaman makan di Sate Bu Sum justru terasa lebih autentik. Duduk di kursi seadanya, ditemani lalu lintas yang hilir mudik, justru menambah kenikmatan tersendiri. Ini adalah definisi kuliner kaki lima yang sesungguhnya: sederhana, jujur, dan penuh rasa.

Halaman Selanjutnya
img_title