Musrenbang RKPD Bantul 2027: Sinergi Pertanian, Industri, dan Pariwisata untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Musrenbang RKPD Bantul
Sumber :
  • Dok Pemkab Bantul

BANTUL, VIVA  Jogja - Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan RKPD Tahun 2027 di Mandhala Saba Madya, Gedung Induk Lantai 3, Komplek Parasamya, Senin (30/03/2026). Acara yang berlangsung secara daring dan luring ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah dengan mempertimbangkan dinamika kebijakan nasional sekaligus kondisi lokal.

img_title Bantul Genjot Program Pro-Rakyat di Hari Jadi ke-195, Sultan Tekankan Eksekusi Nyata

Musrenbang kali ini mengangkat tema “Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Berbasis Pertanian, Industri, dan Pariwisata Didukung SDM Berkualitas”. Tema tersebut mencerminkan komitmen Bantul untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah demokratis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan. “Mari kita jadikan musrenbang sebagai ruang bersama untuk menyusun rencana pembangunan yang realistis, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Bantul,” ujarnya.

img_title Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi

Halim menekankan bahwa arah pembangunan 2027 akan difokuskan pada lima prioritas utama. Pertama, transformasi sumber daya manusia agar masyarakat Bantul memiliki kualitas dan daya saing tinggi. Kedua, transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih transparan, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Ketiga, transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal yang didukung investasi, sehingga potensi pertanian, industri kecil, dan pariwisata dapat berkembang optimal. Keempat, pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dan tangguh menghadapi bencana, mengingat Bantul merupakan wilayah dengan risiko gempa dan banjir. Kelima, transformasi sosial yang menekankan pelestarian budaya sebagai identitas sekaligus modal pembangunan.

Dalam sesi diskusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul memaparkan kebijakan pembangunan yang akan dijalankan. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional, terutama dalam hal penguatan ekonomi berbasis potensi unggulan. Diskusi juga menghadirkan Arum Kusumaningtyas, SIP, M.Sc., tenaga ahli Kemendagri sekaligus akademisi UGM. Arum menyoroti perlunya integrasi antara pengembangan ekonomi dengan peningkatan kualitas SDM. “Pertanian, industri, dan pariwisata tidak akan berkembang tanpa dukungan sumber daya manusia yang adaptif dan inovatif,” jelasnya.

img_title Pemkab Bantul Resmikan Jogging Track Paseban, Targetkan Fasilitas Sehat di Tiap Kapanewon

Musrenbang kali ini juga menjadi ajang untuk menyerap aspirasi masyarakat. Berbagai perwakilan komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan tokoh masyarakat hadir memberikan masukan. Salah satu isu yang mengemuka adalah perlunya memperkuat sektor pertanian agar tetap menjadi tulang punggung ekonomi Bantul. Di tengah tantangan modernisasi, sektor pertanian harus mampu beradaptasi dengan teknologi baru, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Halaman Selanjutnya
img_title