Letupan di Teras Malioboro, Pengelola Pastikan Penanganan Cepat dan Korban Stabil
- Jogja.viva.co.id/cahyo edi
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kawasan Teras Malioboro sempat digemparkan oleh peristiwa letupan yang terjadi pada Senin pagi (30/3). Insiden tersebut berasal dari instalasi Saluran Air Limbah (SAL) di area pusat perdagangan dan wisata itu. Meski sempat menimbulkan kepanikan, pengelola kawasan memastikan situasi kini telah terkendali dan aktivitas perdagangan berjalan normal.
Wisnu Hermawan, mewakili UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY selaku pengelola, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga. Ia menegaskan bahwa meski peristiwa ini diduga bersifat teknis dan berada di luar kendali, pihaknya tetap bertanggung jawab penuh untuk memastikan penanganan cepat dan tepat.
Begitu letupan terjadi, tenant dan tim keamanan kawasan segera bertindak sesuai protokol standar. Mereka melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama kepada pengunjung yang terdampak. Tercatat tiga orang mengalami luka bakar epidermal ringan dengan luas luka 2–5 persen. Ketiganya langsung dibawa ke RSUP Dr. Sardjito untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan laporan rumah sakit, kondisi para korban stabil dan diperkenankan menjalani rawat jalan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung sepenuhnya oleh UPT Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY. Wisnu menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga korban agar penanganan berjalan optimal. “Kami menyampaikan rasa empati dan keprihatinan yang mendalam kepada para korban. Kami pastikan semua kebutuhan medis ditanggung penuh,” ujarnya.
Pengelola kawasan juga segera melakukan langkah tindak lanjut. Investigasi menyeluruh tengah dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian. Pemeriksaan ulang terhadap seluruh sistem SAL di kawasan Teras Malioboro akan diperketat, termasuk peningkatan pengawasan dan mitigasi risiko di titik-titik rawan. Wisnu menegaskan bahwa selama ini pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan secara rutin setiap bulan, bahkan pada akhir 2025 telah dilakukan pemeliharaan besar terhadap jaringan SAL. “Ke depan kami berkomitmen memperkuat standar keamanan, mengevaluasi SOP, serta menambah langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Situasi di kawasan Teras Malioboro kini dinyatakan aman. Aktivitas perdagangan tetap berlangsung normal, wisatawan dan pengunjung kembali beraktivitas seperti biasa. Pengelola mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. “Kami memastikan seluruh prosedur pengelolaan dan pemeliharaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan,” tegas Wisnu.