Penyaluran Bantuan Pangan di Kota Yogyakarta Hampir Rampung, 25.828 Warga Jadi Sasaran

Bantuan Pangan di Kota Yogyakarta
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Perum Bulog Kantor Wilayah DIY memastikan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat berjalan lancar dan hampir mencapai 100 persen. Program yang digulirkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini menyasar 25.828 warga penerima manfaat di 45 kelurahan, dengan target rampung pada 9 April 2026.

img_title Minyak Goreng Bantuan Berbau Solar di Karanganyar Diusut, Produsennya Ternyata Pemasok Nasional

Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng ini dialokasikan untuk periode Februari–Maret 2026. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima selama dua bulan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Secara keseluruhan, penyaluran di Kota Yogyakarta mencapai 258.280 kilogram beras dan 51.656 liter minyak goreng setiap bulan.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin pemerintah pusat. “Kami di daerah berperan dalam pemantauan kualitas beras dan minyak goreng, serta mendampingi penyaluran bersama Dinsosnakertrans,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Muja Muju, Selasa (31/03/2026).

img_title Paket Minyak Goreng Bantuan Pangan 2026 di Karanganyar Diduga Berbau Solar, Warga Keluhkan Aroma Menyengat

Mekanisme Penyaluran

Proses distribusi melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang berkoordinasi dengan kemantren dan kelurahan. Data penerima ditentukan langsung oleh pemerintah pusat dengan sistem by name by address, sehingga petugas di lapangan hanya melakukan verifikasi sesuai undangan yang dikirimkan.

img_title Kebersamaan Paskah di Kotabaru: Ribuan Jemaat Rayakan Harapan dan Toleransi

Ashardini menambahkan, bantuan ini bersumber dari cadangan pangan pemerintah yang ditujukan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan. “Syarat pengambilan cukup membawa KTP dan KK. Selain itu dilakukan dokumentasi sebagai bukti penerimaan sesuai ketentuan pusat,” jelasnya.

Jika terdapat penerima yang tidak dapat ditemukan atau telah meninggal dunia, pemerintah menyiapkan mekanisme penggantian melalui daftar cadangan penerima.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Sebelum Idul Fitri, distribusi telah dilaksanakan pada 16–17 Maret 2026 di Kemantren Kraton. Sementara untuk wilayah lain, penyaluran berlangsung setelah Lebaran, mulai 25 Maret hingga 9 April 2026. Hingga kini, tidak ditemukan kendala berarti. Ketersediaan logistik dari Bulog terjaga, distribusi berjalan lancar, dan masyarakat dinilai tertib dalam memenuhi persyaratan administrasi.

Salah satu penerima bantuan, Sehmiati, warga Miliran, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia bersama suaminya mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. “Bersyukur dan terima kasih, kami merasa sangat diperhatikan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title