Bandara Adisutjipto Catat Rekor Lonjakan Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2026

Penutupan Posko Lebaran Bandara Adisutjipto
Sumber :
  • Dok Humas Bandara Adisutjipto

img_title Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Forum ASEAN-China, Dorong Konektivitas Udara dan Pariwisata

SLEMAN, VIVA Jogja - Penyelenggaraan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 di Bandar Udara Adisutjipto resmi berakhir pada Senin (30/03/2026). Posko yang berlangsung selama 18 hari, sejak 13 Maret hingga 30 Maret, mencatatkan capaian luar biasa dengan lonjakan penumpang dan pergerakan pesawat yang jauh melampaui tahun sebelumnya.

General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menyampaikan bahwa keberhasilan posko tahun ini tidak lepas dari kerja sama erat antara seluruh pemangku kepentingan. “Sinergi yang terjalin antara internal bandara, maskapai, aparat keamanan, serta instansi terkait menjadi kunci kelancaran operasional. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan tetap terjaga,” ujarnya.

img_title Diskon Angkutan Lebaran: Antara Dorongan Ekonomi dan Tantangan Transportasi

Lonjakan Penumpang dan Pesawat

Selama periode posko, Bandara Adisutjipto mencatat total 10.671 penumpang. Angka ini melonjak hingga 484 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai 1.729 penumpang. Pertumbuhan signifikan ini menunjukkan adanya pemulihan mobilitas masyarakat pasca-pandemi serta meningkatnya minat terhadap transportasi udara, khususnya untuk rute jarak pendek.

img_title Arus Balik Lebaran di Daop 6 Yogyakarta Masih Padat Hingga H+8

Tak hanya penumpang, pergerakan pesawat juga meningkat drastis. Tercatat 245 pergerakan pesawat selama posko, naik 354 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 54 penerbangan. Peningkatan ini menandakan optimalisasi operasional maskapai dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat selama musim mudik dan balik Lebaran.

Data menunjukkan puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3 Lebaran), dengan kedatangan mencapai 556 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 23 Maret 2026 (H+1 Lebaran), dengan keberangkatan sebanyak 507 penumpang. Pola ini memperlihatkan kecenderungan masyarakat untuk berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan, serta kembali lebih cepat setelah perayaan.

Maskapai juga menambah kapasitas dengan mengoperasikan 48 penerbangan tambahan (extra flight). Langkah ini terbukti efektif dalam mengakomodasi lonjakan permintaan perjalanan, sekaligus menjaga kenyamanan penumpang.

Rute Halim Perdanakusuma Jakarta masih mendominasi pergerakan penumpang, dengan total 10.585 orang. Sementara itu, rute ke Karimunjawa mencatat 32 penumpang. Dominasi Jakarta menunjukkan karakteristik utama trafik di Bandara Adisutjipto, meski pihak pengelola optimistis akan adanya pengembangan rute baru di masa mendatang.

“Dengan tren positif ini, kami yakin maskapai akan semakin berani membuka rute baru. Hal ini akan memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bandara Adisutjipto sebagai penghubung penting di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya,” tambah Wibowo.

Halaman Selanjutnya
img_title