Koperasi Merah Putih Jadi Simbol Kemandirian Ekonomi Warga Demangan
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan warga Kelurahan Demangan, Gondokusuman, melalui kiprah Koperasi Merah Putih. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Kelurahan Demangan, koperasi ini menegaskan komitmennya untuk tumbuh sebagai wadah ekonomi yang mandiri sekaligus memperkuat solidaritas sosial masyarakat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir langsung dalam RAT tersebut. Ia menekankan bahwa koperasi di tingkat kelurahan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Menurutnya, kedekatan sosial antaranggota menjadi modal utama yang tidak dimiliki oleh banyak lembaga ekonomi lain. “Anggota koperasi di tingkat kelurahan saling mengenal, memiliki kedekatan emosional, dan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan bersama. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga dan harus terus dijaga,” ujarnya.
Wawan menambahkan, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen mendukung perkembangan koperasi melalui pembinaan manajemen, fasilitasi usaha, hingga penguatan kapasitas kelembagaan. Dukungan ini diharapkan membuat koperasi mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan. “Dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Yogyakarta, koperasi dapat menjadi wadah efektif dalam membangun solidaritas sekaligus kemandirian ekonomi warga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih, Antonius Fokki Ardiyanto, menyampaikan laporan perkembangan koperasi. Saat ini, koperasi memiliki 101 anggota aktif dengan fokus usaha pada penjualan batik Segoro Amarto dan distribusi air minum dalam kemasan. Menurutnya, kedua sektor usaha tersebut dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar sekaligus melibatkan partisipasi aktif anggota dalam kegiatan ekonomi produktif. “Melalui usaha ini, kami ingin koperasi tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi yang nyata memberikan manfaat bagi anggota,” jelasnya.
Antonius juga menekankan pentingnya RAT sebagai forum partisipasi anggota dalam menentukan arah kebijakan koperasi. Ia berharap seluruh anggota dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan ide dan saran konstruktif. “RAT bukan sekadar ajang pertanggungjawaban pengurus, tetapi juga ruang demokrasi ekonomi di mana setiap anggota memiliki suara dan peran dalam menentukan masa depan koperasi,” ungkapnya.