Pemkot Yogyakarta Susun RKPD 2027, Fokus pada Program Prioritas yang Memberi Dampak Nyata
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan arah kebijakan pembangunan tahun 2027 akan lebih terfokus pada program-program prioritas yang benar-benar memberi dampak besar bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang berlangsung di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta.
Dalam forum tersebut, Hasto menekankan bahwa keterbatasan anggaran daerah menuntut pemerintah untuk lebih selektif dalam menentukan program. Menurutnya, pola pembagian anggaran secara merata tidak lagi relevan karena hanya menghasilkan pergerakan kecil tanpa perubahan signifikan. “Kalau anggaran dibagi rata, kota ini hanya bergetar tapi tidak bergerak. Semua berdenyut, tapi tidak maju,” tegasnya.
Hasto menjelaskan, struktur APBD Kota Yogyakarta saat ini masih sangat terbebani oleh belanja wajib. Sekitar 41 persen anggaran terserap untuk belanja pegawai, sementara pendidikan mencapai lebih dari 26 persen dan kesehatan sekitar 27 persen. Kondisi ini membuat ruang fiskal untuk belanja pembangunan menjadi sangat terbatas. Dari total hampir Rp2 triliun, belanja modal hanya sekitar Rp63 miliar. “Kita harus benar-benar cermat mengarahkan anggaran agar punya daya ungkit,” ujarnya.
Ia mendorong penerapan filosofi money follow program, di mana anggaran difokuskan pada program prioritas yang berdampak besar, baik fisik maupun nonfisik. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat seperti disiplin, kebersihan, dan ketertiban juga membutuhkan intervensi anggaran yang tepat. Hasto menegaskan pentingnya menghentikan program yang tidak memberi hasil nyata, seperti pelatihan seremonial yang tidak berkelanjutan. “Jangan sampai anggaran hanya untuk kegiatan yang menyenangkan sesaat tapi tidak membawa perubahan,” katanya.
Selain itu, Hasto menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Pemerintah Daerah DIY, agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia mencontohkan pengembangan event pariwisata seperti Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) yang perlu diperluas agar mampu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan perputaran ekonomi kota.
Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, menambahkan bahwa Musrenbang RKPD merupakan tahapan penting untuk menyepakati arah pembangunan daerah tahun 2027. Tema pembangunan yang diusung adalah akselerasi pembangunan prioritas untuk kesejahteraan masyarakat. Tema ini menekankan pentingnya fokus program di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus menggeser pendekatan dari money follow function menjadi money follow program. “Di tengah keterbatasan sumber daya keuangan akibat turunnya dana transfer dari pemerintah pusat, kita harus memiliki skala prioritas,” jelasnya.