Sarapan Legendaris di Pasar Ngasem, Jenang 9 Rasa Rp10 Ribuan Ini Selalu Diserbu!

Jenang 9 Rasa Pasar Ngasem
Sumber :
  • VIVA Jogja/IG info_nongkrongjogja

VIVA Jogja  – Suasana pagi di Pasar Ngasem selalu menghadirkan daya tarik tersendiri bagi para pemburu kuliner tradisional. Di antara deretan jajanan pasar yang menggoda, satu nama yang tak pernah sepi pembeli adalah Jenang Yu Jumilah.

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

Sejak pagi buta, sekitar pukul 05.00 WIB, lapak sederhana ini sudah dipadati pengunjung. Baik warga lokal maupun wisatawan rela antre demi mencicipi jenang khas yang terkenal dengan variasi rasa yang beragam.

Keunikan utama dari jenang buatan Yu Jumilah terletak pada satu porsi yang berisi sembilan varian rasa sekaligus, namun dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp10 ribu.

img_title Hotel Yogyakarta Buka Pintu bagi Jajanan Pasar Lokal

Dalam satu pincuk atau wadah sederhana, pembeli akan disuguhkan aneka jenang dengan warna dan rasa yang berbeda. Mulai dari jenang putih yang gurih, jenang cokelat yang legit, hingga varian manis lainnya dengan sentuhan rasa khas tradisional.

Perpaduan tekstur lembut dan rasa manis yang pas menjadikan sajian ini cocok sebagai menu sarapan ringan. Tak hanya soal rasa, pengalaman menikmati jenang di Pasar Ngasem juga menjadi daya tarik tersendiri.

img_title Pioneer Beef Noodle Taiwan di Jogja! Kuah Gurih Seger, Beef Melimpah Dekat UII

Atmosfer pasar tradisional yang masih kental dengan nuansa budaya lokal membuat momen sarapan terasa lebih autentik. Aktivitas jual beli yang ramai, suara tawar-menawar, hingga aroma khas jajanan pasar menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain.

Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk sarapan, tetapi juga untuk bernostalgia dengan cita rasa masa lalu. Jenang, sebagai salah satu makanan tradisional, membawa kenangan tersendiri bagi sebagian orang.

Kehadiran Jenang Yu Jumilah seolah menjaga tradisi tersebut tetap hidup di tengah gempuran kuliner modern. Selain itu, harga yang ramah di kantong menjadi alasan kuat mengapa lapak ini selalu ramai.

Di tengah meningkatnya harga makanan, menemukan sarapan enak dengan harga Rp10 ribu tentu menjadi hal yang menyenangkan. Tak heran jika pembeli datang silih berganti, bahkan sebelum pasar benar-benar ramai.

Jam operasional yang berlangsung hingga pukul 13.00 WIB memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk datang, meski waktu terbaik tetap di pagi hari saat jenang masih hangat dan pilihan rasa masih lengkap.

Halaman Selanjutnya
img_title