Shin Tae-yong: Pertama Kali ke Yogyakarta, Terpesona Pacuan Kuda dan Ingin Coba Kopi Jos

Shin Tae-yong saat berada di Lapangan Pacuan Kuda Bantul
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

BANTUL, VIVA Jogja - menyambut hangat kedatangan pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, Shin Tae-yong, yang untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di kota budaya ini. Undangan dari Sarga Group dan PORDASI membawanya ke arena pacuan kuda, sebuah pengalaman baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Perjalanan panjang dengan kereta selama enam hingga tujuh jam justru menjadi bagian dari kesan mendalamnya. “Itu pengalaman baru bagi saya, menyenangkan sekali,” ucapnya dengan senyum.

img_title Silaturahmi Pemimpin Bantul Terdahulu Jadi Warna Hangat Hari Jadi ke-195

Di arena, Shin tampak kagum menyaksikan derap kuda yang melesat cepat di lintasan. Ia mengaku terkejut melihat betapa sulitnya proses start, bagaimana joki harus mengendalikan ritme, dan bagaimana strategi menentukan hasil akhir. “Pacuan kuda ternyata mirip dengan sepak bola. Ada taktik, ada strategi, ada kontrol tempo, dan ada finishing yang harus dilakukan dengan baik,” katanya. Baginya, olahraga ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah pelajaran baru tentang disiplin dan perhitungan.

Namun kunjungan Shin ke Yogyakarta tidak berhenti di arena pacuan. Ia mengungkapkan keinginannya untuk menikmati sisi lain kota ini, terutama kuliner ikonik yang selalu disebut orang ketika berbicara tentang Jogja. “Saya ingin mencoba kopi jos, katanya itu khas sekali di sini. Dan tentu saja saya tidak akan melewatkan gudeg Yogya. Saya ingin mengenal lebih dalam budaya Indonesia lewat makanan dan suasana kota ini,” ujarnya penuh antusias.

img_title Bantul Fest 2026 Jadi Panggung Ekspresi Pelajar, Malam Puncak Pentas Budaya Meriahkan Gerbang Pleret

Atmosfer Jogja, dengan keramahan masyarakat dan kekayaan budayanya, membuat kunjungan ini terasa lebih dari sekadar agenda olahraga. Bagi Shin Tae-yong, pengalaman pertama menyaksikan pacuan kuda, perjalanan panjang dengan kereta, hingga rencana mencicipi kopi jos dan gudeg, menjadi rangkaian cerita yang memperkaya perjalanannya di Indonesia. “Saya bergembira bisa mengalami ini. Pacuan kuda ternyata punya daya tarik tersendiri, dan saya merasa terhormat bisa hadir di sini,” tutupnya.

 

img_title Anggita Ayu, Putri Bantul yang Siap Kibarkan Merah Putih di Istana Negara