Polres Klaten Dorong Pemulihan Pascabencana Lewat Revitalisasi Jembatan Presisi
- Dok Polda Jateng
KLATEN, VIVA Jogja - Polres Klaten kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui program Jembatan Merah Putih Presisi. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan baru, tetapi juga pada revitalisasi jembatan yang rusak akibat bencana, sehingga akses warga tetap terjaga.
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Senin hingga Selasa (06/04/2026), Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi meresmikan tiga jembatan hasil revitalisasi di Desa Tijayan Kecamatan Manisrenggo, Desa Kranggan Kecamatan Polanharjo, serta Desa Kalikebo Kecamatan Trucuk. Ketiga jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Kapolres menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan yang layak dan aman menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas warga, baik untuk kegiatan sosial, pendidikan, maupun ekonomi. “Kami ingin memastikan akses masyarakat tetap lancar dan aman. Revitalisasi ini adalah bagian dari bakti Polri untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat,” ujarnya, Jumat (10/04/2026).
Selain tiga jembatan yang telah diresmikan, program ini juga mencakup pembangunan dua jembatan baru. Salah satunya di wilayah Prambanan yang sudah selesai dan diresmikan sebelumnya, sementara satu lainnya di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, masih dalam tahap pembangunan. Proyek di Karangnongko ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pemulihan infrastruktur pascabencana yang melanda pada Februari lalu. Jembatan ini akan menjadi penghubung vital antara Dukuh Bale Rejo dan Geneng yang sempat terputus akibat bencana.
Kapolres menjelaskan bahwa jembatan baru tersebut dirancang lebih fungsional dengan lebar sekitar 3,5 meter sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat. Struktur yang digunakan juga diperkuat agar mampu menunjang keamanan dan kelancaran mobilitas warga. “Jembatan ini kami rancang lebih optimal agar dapat menunjang mobilitas masyarakat, baik untuk akses pendidikan maupun kegiatan ekonomi,” tambahnya.
Keberadaan jembatan-jembatan dalam program ini dinilai memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Di wilayah Polanharjo, misalnya, jembatan yang direvitalisasi kini menjadi jalur alternatif penghubung antara Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali. Hal ini mempercepat distribusi hasil pertanian, memperlancar mobilitas warga, serta membuka konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terhambat. Kapolres berharap seluruh jembatan yang telah dibangun maupun direvitalisasi dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.