Camilan Legendaris Rp1.000-an di Jogja, Cakwe, Carabikang, dan Bolang-Baling yang Bikin Nostalgia
- VIVA Jogja/IG jogjafooddestinations
VIVA Jogja – Di tengah menjamurnya kuliner modern, jajanan tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Salah satu yang masih bertahan dan menjadi favorit adalah cakwe, arabikang, dan bolang-baling yang berlokasi di Jl. Ngasem No.81, Kadipaten, Kraton, Kota Yogyakarta.
Dengan ukuran adonan yang “segede gaban” dan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya sekitar Rp1.000, jajanan ini sukses mencuri perhatian para pencinta kuliner. Bagi masyarakat Yogyakarta, camilan ini bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga bagian dari nostalgia masa kecil.
Aroma harum dari adonan yang digoreng di kuali besar kerap menggoda siapa saja yang melintas di kawasan Kraton. Tak heran jika lapak sederhana ini selalu ramai pembeli, baik warga lokal maupun wisatawan yang penasaran dengan cita rasa jajanan legendaris tersebut.
Cakwe, yang dikenal sebagai roti goreng khas dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, biasanya disajikan dengan saus sambal atau cabai rawit. Carabikang atau kue bikang adalah adonan dari tepung beras, santan dan gula. Sementara itu, bolang-baling—yang di beberapa daerah juga dikenal dengan nama odading, galundeng, atau roti goreng—memiliki rasa manis dengan bentuk persegi yang mengembang sempurna saat digoreng.
Taburan gula di permukaannya menambah kenikmatan saat disantap hangat. Keunikan lain dari jajanan ini adalah ukurannya yang besar namun tetap dijual dengan harga yang ramah di kantong. Hal ini menjadikannya pilihan camilan favorit bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dengan harga yang ekonomis, pengunjung bisa menikmati jajanan lezat tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Selain rasanya yang khas, lokasi penjual yang berada di kawasan strategis dekat destinasi wisata Keraton Yogyakarta membuatnya mudah dijangkau.
Banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk mampir setelah berkeliling menikmati kekayaan budaya di sekitar area tersebut. Kehadiran jajanan tradisional ini pun semakin memperkaya pengalaman wisata kuliner di Kota Gudeg.
Menariknya, sebutan bolang-baling sendiri bisa berbeda di setiap daerah di Indonesia. Di Bandung, jajanan serupa lebih dikenal dengan nama odading, sementara di beberapa wilayah lain disebut kue bantal atau roti goreng. Perbedaan nama ini mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang beragam namun tetap memiliki cita rasa yang serupa.