PMI DIY Perkuat Layanan Kesehatan dengan Hibah Internasional Senilai Rp3,3 Miliar
- Dok Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Seluruh klinik PMI di kabupaten dan kota se-DIY menerima hibah peralatan medis modern senilai lebih dari Rp3,3 miliar. Bantuan ini disalurkan sebagai bagian dari kolaborasi lintas negara yang melibatkan PMI Pusat, Asia-Europe Foundation (ASEF), International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), serta dukungan penuh dari Palang Merah Jepang.
Penyerahan hibah dilakukan di Kantor PMI DIY, Gamping, Sleman, dengan Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, KGPAA Paku Alam X, hadir secara langsung. Dalam sambutannya, Sri Paduka menegaskan bahwa keberadaan fasilitas medis yang memadai adalah kunci dalam merespons kebutuhan kedaruratan kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa pembaruan sarana harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
“Dengan semakin lengkapnya fasilitas dan peralatan kesehatan, kami berharap klinik PMI di DIY mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sri Paduka.
Ketua PMI DIY, GBPH Prabukusumo, menyambut hibah ini dengan penuh rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar. Menurutnya, nilai bantuan yang diterima jauh melampaui ekspektasi awal organisasi. Ia menilai kehadiran peralatan mutakhir akan menjadikan klinik PMI di Yogyakarta sebagai salah satu fasilitas kesehatan paling modern di tingkat daerah. “Bantuan ini luar biasa, bahkan membuat kami terkejut. Dengan peralatan baru ini, klinik PMI di DIY bisa menjadi klinik tercanggih. Dari Jogja, kita bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap Gusti Prabu.
Lebih lanjut, Gusti Prabu menekankan bahwa dukungan internasional ini merupakan buah dari kerja keras para relawan PMI yang telah diakui secara global. Ia mengingatkan bahwa perhatian dunia terhadap PMI DIY bukanlah hal baru, mengingat markas PMI di Yogyakarta pun sebelumnya dibangun atas dukungan Palang Merah Jepang. Baginya, pembaruan fasilitas ini adalah simbol bahwa Yogyakarta mampu menjadi pusat layanan kemanusiaan yang memberi kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Alhamdulillah, perhatian dunia internasional kepada kami sangat besar. Saya selalu ingin ada sesuatu yang lahir dari Jogja untuk Indonesia. Kita harus memberikan keyakinan bahwa layanan kemanusiaan di sini adalah yang terbaik agar masyarakat benar-benar terbantu,” tambahnya.