Harga Pangan Jepara Masih Terkendali, Tidak Ada Perubahan Signifikan
- Bang Yos
JEPARA,VivaJogja – Perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Jepara hingga Rabu (15/4) terpantau stabil di seluruh pasar utama.
Berdasarkan pemantauan harian di Pasar Jepara II, Bangsri, dan Pecangaan, hampir seluruh komoditas strategis tidak mengalami perubahan harga dibanding hari sebelumnya ( 16/04)
Anjar Jambore Widodo Kadis Perindag mengatakan "Komoditas utama seperti beras premium bertahan di kisaran Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.000, serta beras SPHP Rp12.500 per kilogram. Harga gula pasir tetap Rp18.000 per kilogram, sementara minyak goreng, baik curah maupun kemasan, juga tidak menunjukkan pergerakan dengan harga masing-masing Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.
Di sektor protein, harga daging sapi lokal masih berada di rentang Rp100.000 hingga Rp130.000 per kilogram. Daging ayam ras stabil di kisaran Rp37.333 per kilogram, sedangkan telur ayam ras bertahan di angka Rp27.167 per kilogram," ucapnya.
Komoditas hortikultura yang biasanya fluktuatif seperti cabai dan bawang juga terpantau stabil. Cabai rawit merah berada di kisaran Rp63.000 per kilogram, bawang merah Rp39.333 per kilogram, dan bawang putih sekitar Rp31.333 hingga Rp35.000 per kilogram.
Selain bahan pangan, harga barang penting lainnya juga relatif terkendali," sambungnya
Harga kepokmas untuk saat ini tergolong aman termasuk LPG 3 kilogram masih dijual Rp20.000 per tabung, sementara bahan bangunan seperti semen, besi, dan kayu tidak mengalami perubahan harga," tuturnya.
Secara umum, ketersediaan barang di pasar dinyatakan dalam kondisi cukup, menunjukkan distribusi logistik berjalan lancar dan belum ada tekanan signifikan dari sisi pasokan maupun permintaan.
Meski demikian, stabilitas harga ini tetap perlu diwaspadai. Komoditas seperti cabai, bawang, serta telur dan daging ayam dikenal sensitif terhadap gangguan distribusi dan perubahan pasokan, sehingga berpotensi mengalami fluktuasi dalam waktu singkat.
Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, terutama menjelang potensi peningkatan permintaan dalam waktu dekat.