Panatacara Yogyakarta terbitkan Sertifikasi untuk Pelestarian Adat

Ketua PPY, Faizal Noor Singgih
Sumber :
  • Dok Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja   Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran panatacara sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian adat dan tradisi di tengah masyarakat. Komitmen ini disampaikan usai audiensi dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Jumat (17/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sri Paduka memberikan arahan agar panatacara tidak hanya dipandang sebagai pembawa acara, melainkan juga sebagai pendidik budaya yang mampu menanamkan filosofi dan tata cara adat kepada masyarakat. Arahan ini menjadi pengingat bahwa peran panatacara jauh lebih besar dibandingkan sekadar mengatur jalannya prosesi, karena mereka memikul tanggung jawab moral untuk memastikan nilai-nilai budaya tetap terjaga.

img_title Pemkot Yogyakarta Fokus Perbaikan Lingkungan Lewat Penanganan Sampah, Kualitas Air, dan RTH

Ketua PPY, Faizal Noor Singgih, menuturkan bahwa beban moral seorang panatacara lebih berat dibandingkan Master of Ceremony (MC) pada umumnya. Panatacara tidak hanya bertugas mengatur jalannya acara, tetapi juga memastikan setiap prosesi adat berjalan sesuai pakem yang berlaku. Ia menekankan bahwa masyarakat sering kali melaksanakan upacara adat secara swadaya, sehingga kehadiran panatacara menjadi penting untuk memberikan bimbingan teknis sekaligus pemahaman filosofis. Menurutnya, arahan dari Wakil Gubernur menjadi dorongan agar panatacara semakin aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga tradisi tidak sekadar dijalankan secara formalitas, tetapi benar-benar dipahami maknanya.

Faizal menambahkan bahwa PPY berkomitmen meningkatkan frekuensi pelatihan dan sarasehan di berbagai daerah. Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pengetahuan adat. Ia mengajak seluruh panatacara, baik yang sudah bergabung maupun yang belum, untuk bersama-sama mengedepankan adat dan tradisi yang leres atau benar. Harapannya, budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap terjaga kemurniannya meskipun zaman terus berkembang. Menurutnya, panatacara memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi, sehingga masyarakat tetap memiliki pegangan kuat dalam menjalankan upacara adat.

img_title Ikut Tren Global Pembatasan Medsos Anak? Hambat Hak Anak akan Informasi

Wakil Ketua PPY, Yulianto, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Wakil Gubernur dengan meningkatkan profesionalisme anggota. Salah satu langkah penting yang tengah dipersiapkan adalah program sertifikasi profesi bagi panatacara. Sertifikasi ini diharapkan mampu memberikan standar kompetensi yang jelas, sehingga setiap panatacara memiliki kualitas yang mumpuni dalam menjalankan tugasnya. Yulianto menyebut bahwa masukan dari Sri Paduka membuka pola pikir baru bagi PPY untuk lebih serius dalam mengembangkan organisasi. Sertifikasi dianggap sebagai langkah strategis agar PPY semakin bermanfaat bagi masyarakat dan mampu menjawab tantangan zaman.

Halaman Selanjutnya
img_title