Perempuan Sekar Arum Jadi Garda Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta

Kiprah Kelompok Tani Sekar Arum Bausasran
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Peran perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan perkotaan kembali mendapat sorotan melalui kiprah Kelompok Tani Sekar Arum Bausasran. Komunitas ini terpilih mewakili Kota Yogyakarta dalam Lomba Ekosistem Kelompok Petani Perempuan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026. Keikutsertaan mereka bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bukti nyata bagaimana perempuan mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus penjaga keberlanjutan lingkungan di tengah kota.

img_title Keterwakilan Perempuan di DPRD Kota Yogyakarta Masih Rendah, GOW Dorong Penguatan Kaderisasi Politik

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga, khususnya ibu-ibu, yang berhasil menghidupkan kelompok tani perkotaan. Menurutnya, keberadaan Sekar Arum tidak hanya memberi manfaat sosial, tetapi juga berdampak pada aspek ekonomi dan lingkungan. Ia menekankan bahwa tujuan utama bukan sekadar meraih juara, melainkan memastikan keberlanjutan kelompok agar terus memberi manfaat bagi masyarakat.

Kelompok Tani Sekar Arum yang dipimpin Emmeik Sihmanto telah berjalan selama lima tahun dengan memanfaatkan lahan seluas 450 meter persegi. Dari lahan terbatas itu, mereka mengembangkan beragam kegiatan, mulai dari budidaya sayuran seperti sawi, kangkung, bayam, dan cabai, hingga peternakan lele dan bebek. Inovasi pengelolaan sampah organik menjadi salah satu keunggulan kelompok ini. Sampah dapur diolah menjadi pakan maggot, yang kemudian dimanfaatkan untuk ternak lele dan ayam. Sistem terpadu ini tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru.

img_title Urban Farming Wirobrajan 2026, Kreativitas Warga Sulap Tembok Jadi Kebun Sayur untuk Ketahanan Pangan

Selain budidaya, Sekar Arum juga mengembangkan produk turunan seperti keripik pisang, kompos, dan pemanfaatan daun pisang. Saat ini, mereka mengelola 17 ember budidaya lele dan tiga tangki air sebagai bagian dari sistem produksi terpadu yang berorientasi pada ketahanan pangan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian dan Pangan, sektor swasta, serta CSR dari Pertamina Patra Niaga dan Rumah Zakat, turut memperkuat keberlangsungan kelompok ini.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam DIY, Eling Priswanto, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan bagian dari Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY tahun 2026. Kegiatan tersebut juga digelar untuk memeriahkan Hari Kartini dengan tema “Semangat Kartini: Petani Perempuan Berdaya, Ketahanan Pangan Terjaga.” Menurutnya, lomba ini bertujuan mendorong penguatan ekosistem kelompok tani perempuan serta memperluas akses keuangan guna mendukung ketahanan pangan di DIY.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Bentuk Jaringan Paralegal Desa untuk Dampingi Kasus Perempuan dan Anak di Jepara