Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Pemuda Pelopor 2026, Kebermanfaatan Jadi Tolak Ukur Utama
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kembali membuka seleksi Pemuda Pelopor tingkat kota untuk tahun 2026. Program ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan gagasan dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hingga Senin (20/04/2026), tercatat sudah ada 15 pemuda yang mendaftar, terdiri dari delapan laki-laki dan tujuh perempuan, dengan latar belakang dan bidang kepeloporan yang beragam. Seleksi ini berlangsung sejak 13 April dan akan ditutup pada 30 April 2026, sehingga masih ada kesempatan bagi pemuda Yogyakarta untuk ikut serta.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto, menjelaskan bahwa seleksi Pemuda Pelopor tahun ini mencakup lima bidang utama, yaitu pangan, pendidikan, inovasi teknologi, seni budaya, serta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, dan pariwisata. Menurutnya, kebermanfaatan gagasan dan aksi yang dilakukan bagi masyarakat menjadi aspek penilaian paling penting. “Base line dari kepeloporan adalah memiliki dampak kebermanfaatannya bagi masyarakat,” tegasnya. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi, dengan persyaratan peserta berusia 16–30 tahun, ber-KTP Kota Yogyakarta, bukan ASN maupun pegawai BUMN/BUMD, serta belum pernah menjuarai seleksi serupa di tingkat provinsi atau nasional.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menambahkan bahwa seleksi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi pemuda untuk segera mendaftar. Ia menekankan bahwa sekecil apapun gagasan, jika bermanfaat, akan memberi dampak besar bagi masyarakat. Bidang pendidikan, misalnya, menjadi salah satu fokus penting karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bentuk kepeloporan di bidang ini bisa berupa inovasi metodologi pembelajaran, pengembangan media dan alat bantu, hingga pengelolaan pendidikan secara swadaya. Semua tindakan kepeloporan tersebut diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.
Dalam proses seleksi, aspek penilaian meliputi kepemimpinan, kreativitas, keuletan, serta dampak positif yang dihasilkan. Metode penilaian dilakukan melalui pengamatan langsung, penilaian administratif, presentasi karya kepeloporan, wawancara, hingga verifikasi lapangan. Pemerintah Kota Yogyakarta juga menyiapkan anggaran apresiasi sebesar Rp 37,5 juta untuk mendukung program ini. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada pemuda yang mampu menghadirkan gagasan inovatif dan bermanfaat.