Kasus Pengeroyokan Brutal di Bantul, Polisi telah Tahan Dua Pelaku

Kakak korban, Rafiq Nur Setiawan di makam almarhum Ilham Dwi Saputra
Sumber :
  • Istimewa

BANTUL, VIVA Jogja – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar almarhum Ilham Dwi Saputra (IDS), seorang remaja berusia 16 tahun asal Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok pemuda. Kasus ini menyita perhatian publik karena kekerasan yang dialami korban tergolong sangat sadis dan tidak manusiawi. Kepolisian Resor Bantul telah mengamankan dua orang pelaku, sementara lima lainnya masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

img_title Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi

Kasi Humas Polres Bantul, Ipda Rita Hadiyanto, menjelaskan bahwa dua pelaku yang telah ditahan masing-masing berinisial BLP (18), warga Kecamatan Kretek, dan B (21), warga Kecamatan Bambanglipuro. Keduanya diamankan oleh Satreskrim Polres Bantul pada Senin (20/4/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Pandak. “Sat Reskrim Polres Bantul berhasil mengamankan dua orang pelaku penganiayaan terhadap korban IDS (16) yang terjadi pada Selasa (14/4/2026),” ujar Ipda Rita. Polisi juga telah mengantongi identitas lima pelaku lainnya yang kini masih dalam pencarian.

Korban sebelumnya menjalani perawatan intensif di RS Saras Adyatma sejak Selasa (14/4/2026) akibat luka parah yang dideritanya. Namun, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) malam. Berdasarkan keterangan keluarga, IDS diduga menjadi korban penyiksaan brutal oleh sekelompok remaja. Ayah korban, Sugeng Riyanto, mengungkapkan bahwa anaknya dijemput oleh dua pemuda menggunakan sepeda motor pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut informasi dari rekan korban, IDS sempat dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro sebelum kemudian dipindahkan ke Lapangan Gadung Mlati. Di lokasi tersebut, korban disebut telah ditunggu sekitar 10 orang. “Di sana anak saya ditanya soal ikut geng, lalu langsung dikeroyok,” kata Sugeng.

img_title Pemkab Bantul Resmikan Jogging Track Paseban, Targetkan Fasilitas Sehat di Tiap Kapanewon

Kekerasan yang dialami korban sangat kejam. IDS dipukul menggunakan slang dan pipa paralon, disundut api rokok, bahkan tubuhnya dilindas sepeda motor berulang kali. Salah satu pelaku juga sempat hendak melukai telinga korban dengan gunting, namun berhasil dicegah oleh rekannya. Saat ditemukan, IDS dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit. Pihak keluarga berharap seluruh pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. “Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Ini sudah sangat sadis,” tegas Sugeng.

Halaman Selanjutnya
img_title