Sinergi Inovasi Yogyakarta dan Palu dalam Penguatan Fiskal Daerah
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menjadi sorotan nasional setelah menerima kunjungan kerja Pemerintah Kota Palu yang dipimpin langsung oleh Walikota Hadianto Rasyid. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta pada Selasa (21/4/2026) ini menjadi ajang pembelajaran lintas daerah, khususnya terkait inovasi pengelolaan kebersihan dan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam sambutannya, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan bahwa tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah menuntut kreativitas dan terobosan nyata. Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pemberdayaan sekitar 1.200 penggerobak sampah yang bertugas menjemput sampah langsung dari rumah ke rumah. Sistem berbasis iuran warga ini memungkinkan masyarakat membayar langsung kepada petugas, sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hasto menjelaskan, setiap penggerobak mampu memperoleh penghasilan antara Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per bulan. Skema ini bukan hanya solusi padat karya, tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab warga terhadap kebersihan lingkungan.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta menggerakkan program gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat di lebih dari 50 titik tetap. Dengan melibatkan sekitar 30 ASN di tiap lokasi selama satu hingga satu setengah jam, program ini diharapkan mampu memperbaiki kondisi kebersihan kota dan sungai dalam kurun waktu tiga bulan. Hasto menegaskan bahwa keterlibatan ASN dalam menjaga kebersihan merupakan bentuk teladan sekaligus penguatan budaya kerja kolektif.
Inovasi lain yang menjadi perhatian adalah sistem pengelolaan retribusi kebersihan. Petugas juru pungut kini tidak lagi menerima setoran langsung, melainkan berfungsi sebagai verifikator data dan distributor surat tagihan. Pengelola retribusi wilayah diwajibkan menyetor 100 persen hasil pungutan ke Dinas Lingkungan Hidup, dengan imbalan bagi hasil sebesar 25 persen dari total penerimaan. Dana retribusi juga dialokasikan ke tingkat Kemantren sebesar 2 persen dan ke tingkat Kelurahan sebesar 3 persen, yang disalurkan setiap triwulan. Skema ini memperkuat transparansi sekaligus memastikan distribusi manfaat hingga ke level pemerintahan paling bawah.
Kunjungan kerja ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis fiskal, tetapi juga mempererat hubungan antardaerah melalui kegiatan nonformal. Hasto menyampaikan ucapan selamat datang dalam pertandingan persahabatan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Kota Palu yang digelar di Stadion Mandala Krida. Meski fasilitas stadion dinilai belum sepenuhnya memadai dibandingkan dengan stadion di Jakarta, Hasto berharap pertandingan berjalan lancar dan menjadi simbol persaudaraan antar pemerintah daerah.