TMMD Sengkuyung Tahap II 2026 Fokus Perkuat Infrastruktur dan Ketahanan Warga Wirobrajan
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama jajaran TNI dan masyarakat resmi menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026. Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan Balai Kota Yogyakarta pada Rabu (22/04/2026), dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan di kawasan permukiman padat.
Dalam sambutannya, Hasto menekankan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik, melainkan gerakan kebersamaan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Ia menyoroti wilayah Pakuncen, Kemantren Wirobrajan, sebagai lokasi utama kegiatan karena memiliki karakteristik permukiman padat dengan risiko kerawanan akibat aliran sungai. Kondisi tersebut menuntut pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan. “Kita harus memastikan hasil pembangunan benar-benar kokoh agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Program TMMD kali ini mencakup pembangunan talud sepanjang 20 meter dengan tinggi 5 meter untuk mencegah longsor akibat erosi, rehabilitasi satu unit taman kanak-kanak, serta perbaikan 10 rumah tidak layak huni. Selain itu, kegiatan nonfisik juga digelar berupa penyuluhan kesehatan, pencegahan stunting, keamanan dan ketertiban, hingga perencanaan anggaran. Dengan pendekatan terpadu, TMMD diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf Arif Setiyono, menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap II berlangsung selama satu bulan, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. Ia menekankan bahwa penentuan sasaran kegiatan dilakukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dari tingkat kelurahan hingga kota, sehingga program benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. “Setiap kegiatan disusun berdasarkan hasil musrenbang, sehingga tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung,” ujarnya.
Pelaksanaan TMMD melibatkan puluhan personel TNI yang didukung Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Kesiapan sarana prasarana, pos komando taktis, dan koordinasi lintas sektor telah dilakukan sejak pra-TMMD untuk memastikan kelancaran kegiatan. Arif menambahkan, keterlibatan berbagai unsur ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melalui kerja sama yang solid. “Harapannya, apa yang dibangun dapat membantu pemerintah kota dalam mensejahterakan masyarakat dan memajukan Yogyakarta secara umum,” pungkasnya.