Halal Bihalal BMT MUU Sejahtera 2026: Kebersamaan dan Transparansi Jadi Fondasi Kepercayaan Anggota
- Istimewa
SLEMAN, VIVA Jogja – Ribuan anggota Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT MUU Sejahtera dalam acara Silaturahim Anggota dan Halal Bihalal 2026 di Gedung Auditorium Prof. Abdul Kahar Muzakir Universitas Islam Indonesia (UII). Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti ruangan yang dipadati 1.420 peserta, terdiri dari 1.306 anggota aktif, pengurus, pengawas, serta pengelola. Kehadiran dalam jumlah besar ini menegaskan kuatnya ikatan emosional antara anggota dengan lembaga, sekaligus menjadi indikator kepercayaan yang terus tumbuh.
Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin pasca Idulfitri, melainkan momentum penting untuk memperkuat transparansi pengelolaan lembaga. Drs M Sularno, M.Ag, selaku pengurus, menyampaikan laporan perkembangan organisasi yang menunjukkan capaian signifikan dalam layanan dan kontribusi BMT bagi masyarakat. Pemutaran video profil turut memperkuat gambaran mengenai perjalanan lembaga, sekaligus menegaskan komitmen BMT MUU Sejahtera dalam membangun ekonomi berbasis syariah.
Hadir pula tokoh-tokoh penting yang memberikan warna tersendiri pada acara ini. Rektor UII menyampaikan hikmah Syawalan yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai fondasi keberkahan. Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi UKM DIY, Ir. Setyo Hastuti, memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan partisipasi anggota. Ia menilai kegiatan ini sebagai bukti bahwa koperasi dikelola secara sehat dan berkelanjutan, serta berharap BMT MUU Sejahtera dapat menjadi teladan bagi koperasi lain di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Prosesi ikrar halal bihalal yang dipimpin Drs H Irfan Haris menjadi simbol saling memaafkan dan mempererat kebersamaan. Kehadiran perwakilan Dinas Koperasi Sleman, unsur Muspika Ngemplak dan Ngaglik, serta mitra dari perbankan dan lembaga pendidikan semakin menegaskan posisi BMT MUU Sejahtera sebagai lembaga yang terbuka dan inklusif.
Di tengah acara, pengurus BMT, Taufik Widodo, menegaskan bahwa transparansi adalah kunci utama kepercayaan anggota. “Lebih dari 1.300 anggota hadir bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa kepercayaan kepada BMT MUU Sejahtera terus tumbuh. Kami selalu membuka laporan kinerja, termasuk pembagian SHU, agar anggota tahu bahwa uang mereka dikelola dengan baik dan sesuai prinsip syariah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan halal bihalal juga menjadi ajang evaluasi internal, di mana masukan anggota menjadi bahan berharga untuk perbaikan layanan ke depan.