Ayam Goreng Solo Naik Level! Bacem Manis Legit vs Ungkep Gurih, Mana yang Lebih “Ngena”?
- VIVA Jogja/IG sijajanjalan
VIVA Jogja - Solo seolah tak pernah kehabisan cara memanjakan lidah, terutama soal ayam goreng. Di tengah persaingan kuliner yang makin padat, Ayam Goreng Nusantara muncul sebagai salah satu destinasi yang layak diperhitungkan—bukan sekadar enak, tapi punya karakter.
Salah satu menu yang langsung mencuri perhatian adalah ayam bacem goreng. Sekilas terdengar biasa, tapi di tangan dapur ini, rasanya naik kelas. Manis legitnya terasa pas, tidak berlebihan, dengan bumbu yang meresap hingga ke serat daging.
Sensasi yang muncul bukan hanya nikmat, tapi juga bikin sulit berhenti. Yang membuatnya berbeda, proses penggorengan menggunakan minyak kelapa dari Kara. Hasilnya bukan sekadar ayam yang renyah di luar dan juicy di dalam, tapi juga rasa yang terasa lebih “bersih” di mulut—tanpa sensasi berat atau eneg yang sering muncul dari gorengan pada umumnya.
Namun, dapur ini tampaknya sadar tidak semua orang jatuh cinta pada rasa manis. Untuk itu, mereka menghadirkan ayam goreng ungkep gurih sebagai penyeimbang. Rasanya lebih bold, klasik, dan langsung “nendang” sejak gigitan pertama—pilihan aman bagi pecinta cita rasa tradisional.
Tak berhenti di ayam, bebek gongsong di sini justru jadi kejutan yang tak boleh dilewatkan. Bumbu medoknya meresap dalam, menghadirkan lapisan rasa yang kompleks dan menggoda. Setiap suapan terasa “nglawuhi”—memenuhi ekspektasi bahkan sebelum piring benar-benar kosong.
Fenomena seperti ini menunjukkan satu hal penting: kuliner tradisional tidak harus stagnan. Dengan pendekatan yang tepat, bahkan menu sederhana seperti ayam goreng bisa diangkat menjadi pengalaman makan yang lebih berkelas tanpa kehilangan jati diri.
Kini, dengan lokasi baru yang lebih luas dan nyaman—tepat berseberangan dari tempat lama—pengunjung tak hanya dimanjakan dari sisi rasa, tapi juga pengalaman. Area parkir yang lega dan suasana yang lebih lapang membuat tempat ini cocok untuk makan santai hingga kumpul keluarga.
Di tengah gempuran kuliner modern dan viral, kehadiran tempat seperti ini justru jadi pengingat bahwa kekuatan rasa lokal masih punya tempat kuat di hati masyarakat. Bahkan, ketika dieksekusi dengan detail yang tepat, ia bisa terasa lebih relevan dari sebelumnya.