Realisasi Investasi Kulonprogo Triwulan I 2026 Tembus Rp 77 Miliar

Realisasi investasi di Kulonprogo
Sumber :
  • Dok Pemkab Kulonprogo

KULONPROGO, VIVA Jogja – Kebupaten Kulonprogo mencatat capaian positif dalam realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2026. Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dirilis oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat, total investasi yang masuk mencapai Rp77 miliar. Angka ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp10,4 miliar dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 66,7 miliar.

img_title Ratusan Santri Meriahkan FASI XIII Rayon Nanggulan di Kulonprogo

Dominasi investasi masih ditopang oleh PMDN, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor kesehatan. Sektor ini mencatatkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dan pengembangan fasilitas medis di wilayah Kulonprogo. Selain kesehatan, sektor industri dan pariwisata juga menjadi penyumbang penting, menunjukkan bahwa geliat usaha lokal terus berkembang. Sementara itu, PMA mencatatkan nilai tertinggi pada sektor pos, telekomunikasi, dan penyiaran, serta didukung oleh sektor energi dan sumber daya mineral.

Kepala DPMPTSP Kulonprogo, Sarji menyampaikan bahwa capaian ini menjadi indikator membaiknya iklim usaha di daerah. Menurutnya, kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) yang beroperasi penuh sejak beberapa tahun terakhir turut mendorong minat investor, terutama di sektor pariwisata dan jasa. Infrastruktur transportasi yang semakin baik membuat Kulonprogo lebih terbuka terhadap arus investasi baru.

img_title PLUT UMKM Kulonprogo Jadi Rumah Besar Ekonomi Rakyat

Selain itu, pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat regulasi dan pelayanan perizinan agar lebih ramah investor. Sistem Online Single Submission (OSS) yang diterapkan secara nasional telah membantu mempercepat proses perizinan, sehingga investor dapat segera merealisasikan rencana usaha mereka. Di sisi lain, pemerintah daerah juga melakukan pengawasan ketat untuk memastikan investasi yang masuk sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Data triwulan pertama 2026 menunjukkan bahwa investasi di sektor kesehatan mencapai lebih dari Rp30 miliar, dengan fokus pada pembangunan rumah sakit swasta, klinik, serta fasilitas penunjang kesehatan. Sektor industri menyumbang sekitar Rp20 miliar, terutama dari usaha pengolahan makanan dan minuman yang memanfaatkan potensi lokal. Sementara sektor pariwisata mencatatkan investasi sekitar Rp10 miliar, dengan proyek pengembangan hotel, resort, dan destinasi wisata baru di kawasan perbukitan Menoreh.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Lima Kalurahan di Kulonprogo Lunas PBB-P2, Realisasi Pajak Baru 71 Persen