Bupati Sleman Dorong Percepatan Infrastruktur: Jalan, Pasar, dan Stadion Tridadi Jadi Prioritas
- Dok Humas Sleman
SLEMAN, VIVA Jogja - Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan upaya memperkuat pembangunan infrastruktur. Dalam kunjungannya ke Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta pada Senin, 29 April 2026 lalu, Harda Kiswaya menyampaikan sejumlah usulan strategis yang diharapkan dapat masuk dalam program tahun anggaran 2026. Usulan tersebut mencakup perbaikan jalan, pembangunan talut sungai, peningkatan jaringan irigasi, hingga revitalisasi fasilitas publik seperti pasar dan stadion.
Bupati Harda menjelaskan bahwa kepada Direktorat Jenderal Bina Marga ia mengajukan perbaikan jalan rusak sepanjang lebih dari 490 kilometer serta penggantian enam jembatan. Menurutnya, kondisi jalan dan jembatan yang layak menjadi syarat utama kelancaran mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi ekonomi di wilayah Sleman. Infrastruktur transportasi yang baik akan mempercepat arus barang dan jasa, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, ia mengusulkan pembangunan 21 talut pengaman tebing sungai, peningkatan 58 jaringan irigasi, serta pembangunan lima embung baru. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi risiko bencana, mengingat Sleman memiliki banyak wilayah pertanian yang bergantung pada sistem irigasi. Embung baru juga diharapkan mampu menjadi penyangga air sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis alam.
Tidak berhenti di situ, Harda juga menyampaikan usulan kepada Direktorat Jenderal Prasarana Strategis berupa relokasi Pasar Pakem, revitalisasi Stadion Tridadi dan GOR Pangukan, serta pembangunan gedung perpustakaan daerah. Ia menekankan bahwa Pasar Pakem sudah tidak lagi memadai untuk menampung aktivitas perdagangan di kawasan utara Sleman yang kini berkembang pesat sebagai destinasi wisata. Relokasi pasar menjadi bagian dari strategi besar pengembangan ekosistem pariwisata di wilayah tersebut.
Sementara itu, Stadion Tridadi direncanakan bukan hanya sebagai arena sepak bola, tetapi juga sebagai fasilitas olahraga multicabang yang inklusif. Dengan luas sekitar 8.000 meter, stadion ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi berbagai cabang olahraga, sekaligus mendukung prestasi atlet lokal. Unsur ruang terbuka hijau dan nilai historis stadion akan tetap dipertahankan, sehingga revitalisasi tidak hanya menghadirkan wajah baru tetapi juga menjaga identitas Sleman. “Stadion Tridadi berpotensi menjadi lokasi berbagai perlombaan sehingga bisa menunjang prestasi atlet sekaligus berdampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujar Harda.