Penyaluran KUR Dorong Pertumbuhan UMKM di DIY, Sleman Catat Realisasi Tertinggi
- Dok Kanwil DJPb DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat upaya pemulihan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjadikan DIY sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dan pariwisata unggulan di Indonesia. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang disubsidi bunganya oleh pemerintah agar pelaku usaha dapat mengakses modal dengan lebih mudah dan terjangkau.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi DIY (Kanwil DJPb DIY) mencatat penyaluran KUR di wilayah DIY hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp1.297,07 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada 23.218 debitur yang tersebar di lima kabupaten/kota. Kabupaten Sleman menjadi daerah dengan penyaluran tertinggi, mencapai Rp416,69 miliar. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang terbesar dengan total pembiayaan Rp455,88 miliar kepada 7.822 debitur.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb DIY, Juli Kestijanti, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan peran strategis KUR dalam memperkuat struktur ekonomi lokal. “KUR tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui KUR, pelaku UMKM di DIY dapat memperluas usaha, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterbitkan Rabu (29/4/2026).
Selain KUR, pemerintah juga menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha yang belum terjangkau oleh lembaga perbankan. Hingga akhir Maret 2026, penyaluran UMi di DIY mencapai Rp21,97 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 4.138 orang. Kabupaten Bantul mencatat penyaluran tertinggi dengan nilai Rp7,53 miliar kepada 1.357 debitur. Sektor perdagangan besar dan eceran kembali menjadi dominan dengan total pembiayaan Rp21,37 miliar untuk 4.081 debitur.
Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi lembaga penyalur UMi terbesar di DIY dengan capaian Rp19,63 miliar untuk 3.696 debitur. Program ini dinilai efektif dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, terutama perempuan dan kelompok usaha kecil yang bergerak di sektor informal. Melalui pendampingan dan pelatihan kewirausahaan, UMi diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.