9 Tahun Tersendat, Kini Tuntas: Anjar Jambore Widodo Akhiri Drama Panjang Pembangunan Pasar Bangsri
- Vivajogja Bang Yos
JEPARA, VivaJogja – Pembangunan Pasar Bangsri yang sempat menjadi sorotan publik akhirnya menemukan titik terang. Proyek yang berjalan hampir sembilan tahun dengan berbagai kendala itu kini resmi tuntas dan mulai beroperasi, menandai berakhirnya polemik panjang yang selama ini membayangi masyarakat.
Pasar yang diresmikan oleh Wakil Bupati Jepara, Gus Hajar, bukan sekadar bangunan baru, melainkan simbol dari perjuangan panjang yang sempat tersendat, bahkan nyaris kehilangan arah. Proyek ini pernah terhenti selama kurang lebih dua tahun akibat keterbatasan anggaran, memicu keresahan para pedagang dan warga yang terus menanti kepastian (30/04).
Di tengah kebuntuan tersebut, peran Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Jepara, Anjar Jambore Widodo, menjadi sorotan. Sejak dilantik pada 15 November 2025, ia dihadapkan pada pekerjaan rumah besar menuntaskan proyek yang telah lama mangkrak dan sarat persoalan.
Berbagai langkah percepatan dilakukan, mulai dari konsolidasi internal, sinkronisasi anggaran, hingga memastikan kesiapan teknis pasar agar bisa segera difungsikan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan rampungnya pembangunan dan dimulainya aktivitas perdagangan.
“Ini bukan pekerjaan satu orang. Prosesnya panjang dan melibatkan banyak pihak, termasuk pejabat sebelumnya yang telah memulai,” ujar Anjar.
Ia menegaskan bahwa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jepara menjadi faktor penting dalam penyelesaian proyek tersebut, terutama arahan dari Bupati Jepara Witiarso Utomo yang mendorong percepatan penyelesaian.
“Tanpa dukungan dari Bupati dan seluruh OPD, serta partisipasi masyarakat, kami tidak bisa menyelesaikan ini. Semua pihak punya peran,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar menyelesaikan pembangunan fisik, kehadiran Pasar Bangsri baru diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara signifikan. Dengan kapasitas yang mampu menampung ribuan pedagang, pasar ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang lebih tertata dan representatif.
Perputaran uang diharapkan meningkat, distribusi barang menjadi lebih lancar, dan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli dapat terjamin melalui fasilitas yang lebih modern dibandingkan pasar sebelumnya.
Sementara itu, keberadaan Pasar Bangsri lama tidak akan dibiarkan terbengkalai. Pemerintah telah menyiapkan rencana penataan dengan mengalihfungsikannya menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan tata ruang sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan tersebut.