PERWOSI DIY 2026–2030: Perempuan Jadi Penggerak Olahraga Inklusif
- Dok Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Bangsal Kepatihan menjadi saksi dikukuhkannya Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) DIY beserta kabupaten/kota se-DIY untuk masa bakti 2026–2030. Acara ini dihadiri Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X, yang menegaskan bahwa pengukuhan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari ikhtiar panjang mewujudkan olahraga yang inklusif dan berkeadilan bagi perempuan.
Dalam sambutannya, Sri Paduka menekankan filosofi Jawa bahwa setiap gerak raga terhubung dengan martabat dan nilai kemanusiaan. Olahraga, menurutnya, bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang merawat diri dan memuliakan manusia. Ia mengingatkan bahwa ruang olahraga masih belum sepenuhnya setara, karena perempuan kerap menghadapi keterbatasan akses, kepemimpinan, dan kesejahteraan. Oleh sebab itu, PERWOSI diharapkan hadir sebagai penggerak perubahan nyata, bukan sekadar meningkatkan partisipasi, tetapi juga menghadirkan keadilan.
Sri Paduka menambahkan, perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara PERWOSI, pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan sektor usaha agar gerakan olahraga perempuan tidak parsial, melainkan berkelanjutan dan membawa manfaat luas. Ia menitipkan amanah kepada pengurus baru untuk membangun ekosistem olahraga yang inklusif, adil, dan menyejahterakan, baik bagi raga maupun jiwa perempuan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PERWOSI DIY masa bakti 2026–2030, GKR Hemas, menegaskan bahwa PERWOSI memiliki posisi strategis di Yogyakarta. Tidak hanya sebagai organisasi olahraga perempuan, tetapi juga bagian dari ekosistem sosial budaya yang hidup di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa PERWOSI harus menjadi motor penggerak gerakan hidup sehat berbasis komunitas hingga tingkat kelurahan, dengan pendekatan budaya lokal, gotong royong, dan ketahanan keluarga.
GKR Hemas juga menyoroti peran perempuan sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan masyarakat. Menurutnya, PERWOSI berperan penting dalam membangun pola hidup sehat dan aktif, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menciptakan keluarga sejahtera. Ia melaporkan sejumlah capaian organisasi, mulai dari pembentukan struktur kelembagaan hingga tingkat kapanewon dan kemantren, pengembangan kelompok senam, serta pembinaan generasi muda melalui lomba senam kesegaran jasmani, bola voli siswi, dan partisipasi dalam kompetisi nasional.