AFJ Desak McDonald’s Indonesia Tegaskan Komitmen Telur Cage-Free Nasional
- Istimewa
VIVA Jogja - Aktivis Animal Friends Jogja (AFJ) kembali menyoroti isu kesejahteraan hewan dengan menggelar aksi teatrikal di depan gerai McDonald’s Pandanaran, Semarang. Aksi bertajuk “Penjara di Balik Menu” ini menjadi simbol desakan agar McDonald’s Indonesia segera menetapkan komitmen nasional untuk beralih sepenuhnya ke penggunaan telur bebas sangkar (cage-free) dalam rantai pasoknya.
AFJ mengungkapkan bahwa sejumlah gerai McDonald’s di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah telah mulai menggunakan telur cage-free. Namun, langkah tersebut masih bersifat parsial dan belum diikuti dengan kebijakan resmi yang dapat diakses publik. Menurut AFJ, tanpa komitmen tertulis yang jelas, transisi ini berisiko berhenti di tengah jalan dan tidak menjangkau seluruh jaringan restoran McDonald’s di Indonesia.
Dalam aksi damai tersebut, para aktivis menampilkan maskot ayam, spanduk bertuliskan seruan untuk mengakhiri praktik kandang baterai, serta poster yang menggambarkan kondisi ayam petelur di ruang sempit. Beberapa aktivis bahkan masuk ke dalam kandang kecil sebagai simbol penderitaan ayam yang tidak dapat bergerak bebas, merentangkan sayap, bertengger, atau melakukan perilaku alami lainnya. Kondisi ini, menurut AFJ, mencerminkan risiko stres dan cedera fisik yang dialami ayam dalam sistem kandang baterai.
Dwi Octavia, Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan Diternakkan AFJ, menegaskan bahwa perubahan parsial tidak cukup. “Kami mempertanyakan mengapa McDonald’s Indonesia belum menetapkan komitmen nasional untuk beralih ke telur cage-free. Beberapa gerai terpantau sudah mulai menggunakan telur cage-free, ini menunjukkan bahwa perubahan itu memungkinkan. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen yang jelas agar transisi ini dapat berjalan lebih luas dan konsisten,” ujarnya.
AFJ menuntut agar McDonald’s Indonesia segera mengumumkan komitmen cage-free yang transparan, terukur, dan dapat diverifikasi publik, dengan target implementasi pada tahun 2026. Menurut mereka, langkah ini bukan hanya soal reputasi perusahaan, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap kesejahteraan hewan yang menjadi bagian dari rantai industri makanan.
Sementara itu, McDonald’s Indonesia melalui laman resminya menyatakan memiliki perhatian terhadap isu kesejahteraan hewan. Namun, hingga kini belum ada komitmen tertulis maupun tenggat waktu yang jelas terkait transisi cage-free. Hal ini menunjukkan masih adanya ruang bagi perusahaan untuk memperkuat transparansi dan memastikan kebijakan yang dapat dipantau publik.