Suasana Jogja Tempo Dulu Masih Terasa Kental di Tempat Ini, Kulinernya Bikin Betah Berlama-lama
- VIVA Jogja/IG jogjamakanenak
VIVA Jogja - Jogja selalu punya tempat makan yang bukan sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman. Di tengah menjamurnya cafe modern bergaya industrial, ada satu spot kuliner yang justru mencuri perhatian karena mempertahankan nuansa khas Jogja yang hangat, sederhana, dan penuh nostalgia.
Tempat itu adalah Kopi Bukan Luwak. Banyak wisatawan menyebut tempat ini sebagai spot kuliner dengan “suasana Jogja banget”. Tidak sedikit pula yang datang karena penasaran setelah tahu tempat ini masih satu keluarga dengan kuliner legendaris Kopi Klotok yang sudah lebih dulu populer di kalangan wisatawan.
Begitu memasuki area tempat makan, pengunjung langsung disambut suasana tradisional khas pedesaan Jawa. Bangunan sederhana dengan nuansa rumah lawas, area terbuka yang adem, serta pemandangan hijau di sekitar membuat tempat ini terasa menenangkan. Jauh dari kesan terburu-buru seperti cafe perkotaan.
Atmosfernya menjadi daya tarik utama. Banyak orang datang bukan hanya untuk makan, tetapi juga mencari suasana santai yang sulit ditemukan di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Duduk santai sambil menikmati udara sejuk kawasan Kaliurang menjadi pengalaman sederhana yang justru bikin nagih.
Menu yang ditawarkan juga identik dengan masakan rumahan khas Jawa. Sajian sederhana seperti sayur tradisional, gorengan hangat, hingga kopi tubruk menjadi favorit banyak pengunjung. Rasanya autentik dan mengingatkan pada masakan rumah sendiri. Yang membuat tempat ini semakin menarik adalah vibe-nya yang sangat cocok untuk menikmati pagi atau sore hari.
Banyak pengunjung sengaja datang lebih awal demi merasakan suasana tenang sambil menyeruput kopi hangat dengan latar alam kaki Merapi yang sejuk. Tak heran jika tempat ini mulai ramai dibicarakan di media sosial.
Banyak wisatawan membagikan pengalaman mereka menikmati kuliner dengan suasana klasik Jogja yang terasa begitu hangat dan estetik. Bahkan beberapa pengunjung menyebut tempat ini sebagai “pelarian terbaik” saat ingin rehat dari hiruk-pikuk kota. Lokasinya yang berada di kawasan Pakem juga membuat perjalanan menuju tempat ini terasa menyenangkan.
Sepanjang jalan, wisatawan disuguhi udara segar dan suasana khas daerah lereng Merapi yang membuat pikiran terasa lebih rileks. Fenomena tempat makan bernuansa tradisional seperti ini memang sedang digemari. Di tengah tren cafe modern, banyak orang justru merindukan tempat sederhana yang punya suasana akrab dan autentik.