Gunungkidul Cerdas, 3.000 Beasiswa untuk Masa Depan Pendidikan Anak Pesisir Selatan

Bupati Gunungkidul salurkan beasiswa “Gunungkidul Cerdas”.
Sumber :
  • Dok Pemkab Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan meluncurkan program beasiswa “Gunungkidul Cerdas”. Program ini menjadi bagian dari visi misi “Bocah Pintar” yang dicanangkan Bupati Endah Subekti Kuntariningsih, dengan tujuan utama menekan angka putus sekolah sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di wilayah pesisir selatan Yogyakarta. Peluncuran program dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Alun-alun Wonosari, Sabtu (02/05/2026) lalu, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta kalangan pendidik.

img_title Sawah Terpal di Gunungkidul, Inovasi Pertanian Lahan Kering untuk Masa Depan

Program beasiswa ini menyediakan kuota bagi 3.000 penerima, mencakup siswa dari tingkat TK, PAUD, SD, hingga SMP yang berada di bawah kewenangan kabupaten. Tidak hanya menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, beasiswa juga diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada siswa berprestasi yang berhasil menorehkan pencapaian di bidang sains, khususnya Matematika, IPA, dan IPS. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi sosial, tetapi juga sebagai dorongan moral bagi generasi muda untuk terus berkompetisi secara sehat.

Bupati Endah menjelaskan bahwa beasiswa terbagi dalam dua kategori utama. Pertama, beasiswa untuk siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil satu, namun memiliki kecerdasan akademik. Skema ini menjadi bentuk nyata intervensi pemerintah terhadap biaya sekolah sesuai amanat undang-undang. Kedua, beasiswa prestasi yang diberikan kepada putra-putri daerah dengan pencapaian gemilang, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Dana beasiswa akan dicairkan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Mei dan Agustus, dengan total bantuan Rp1.000.000 per tahun. Setiap tahap pencairan diberikan Rp500.000, nominal yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah atas persetujuan DPRD. Data dari Dinas Pendidikan Gunungkidul menunjukkan bahwa angka putus sekolah di tingkat SMP masih berada di kisaran 2,5 persen, sehingga program ini diharapkan mampu menekan angka tersebut secara signifikan.

img_title UNY Latih Karang Taruna Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Organisasi Pemuda Desa

Selain dukungan materiil, Pemkab Gunungkidul juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang terpaksa putus sekolah akibat faktor sosial, seperti pernikahan dini atau kenakalan remaja. Melalui koordinasi dengan lurah dan guru, anak-anak tersebut diarahkan untuk mengikuti kelas Kejar Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Langkah ini bertujuan memastikan mereka tetap menuntaskan wajib belajar minimal 12 tahun atau setingkat SMA. Program ini merupakan pengembangan dari inisiatif sebelumnya yang dikenal dengan nama “Geni Seko Gunung”, yang telah berhasil membantu ratusan anak kembali ke jalur pendidikan formal.

Halaman Selanjutnya
img_title