Pemerintah Kota Yogya Gelar Pasar Pangan Murah untuk Jaga Daya Beli Warga
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menghadirkan program pasar murah bertajuk Gerakan Pangan Murah yang akan berlangsung di 14 kemantren mulai pertengahan Mei hingga November 2026.
Program ini digagas oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghadapi fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi. Kepala Bidang Pangan DPP Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, menegaskan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar yang harus selalu tersedia dan terjangkau. Menurutnya, lonjakan harga yang terjadi secara tiba-tiba dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Karena itu, pemerintah hadir dengan solusi konkret melalui pasar murah yang digelar secara berkala di setiap kemantren.
Dalam pelaksanaannya, DPP Kota Yogyakarta menggandeng berbagai pihak, mulai dari distributor, produsen, pelaku usaha pangan, hingga instansi terkait. Kolaborasi ini memungkinkan tersedianya beragam komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, dan sejumlah bahan pangan lain sesuai ketersediaan. Untuk menjaga agar harga tetap ramah di kantong, pemerintah menerapkan skema subsidi sebesar dua ribu rupiah per kilogram atau per liter minyak goreng.
Ashardini menekankan bahwa program ini diprioritaskan bagi warga ber-KTP Yogyakarta, meski tetap terbuka untuk masyarakat umum. Setiap kemantren akan menggelar kegiatan ini dua kali dalam sebulan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan pola tersebut, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mengakses bahan pangan pokok tanpa harus terbebani oleh harga pasar yang tinggi.
Lebih jauh, Gerakan Pangan Murah tidak hanya dimaksudkan sebagai solusi jangka pendek. Pemerintah Kota Yogyakarta menempatkan program ini sebagai bagian dari pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan. Dengan menyediakan pangan murah secara konsisten, pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pengendalian inflasi. Program ini juga menjadi sarana mitigasi terhadap dampak kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar atau musim tertentu.